- CEO Danantara, Rosan Roeslani, secara tegas membantah isu perombakan direksi dan komisaris Bank Himbara.
- Rosan menyatakan belum ada pembahasan internal mengenai pergantian personel di jajaran direksi bank BUMN tersebut.
- Isu perombakan ini menjadi perhatian publik karena Danantara kini berperan sebagai super-holding pengelola BUMN.
Suara.com - CEO Danantara Rosan Roeslani keras membantah isu dirinya akan merombak jajaran direksi maupun komisaris bank yang berstatus badan usaha milik negara atau BUMN.
Isu perombakan direksi maupun komisaris bank yang masuk dalam himpunan bank milik negara atau himbara itu mencuat serta menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai pucuk pimpinan di lembaga yang kini memegang kendali atas operasional dan saham mayoritas BUMN, Rosan memastikan isu perombakan tersebut tidak memiliki landasan kuat di internal manajemen Danantara.
"Saya tegaskan, kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tak ada pembicaraan mengenai perombakan," kata Rosan ditemui di Wisma Danantara, Minggu (1/2/2026).
Rosan menambahkan, meskipun Danantara memiliki wewenang untuk melakukan evaluasi dan perbaikan jika diperlukan, fokus lembaga saat ini bukanlah pada penggantian personel secara mendadak.
Menurutnya, setiap langkah strategis yang menyangkut struktur kepemimpinan akan melalui proses konsultasi yang mendalam dan terukur.
"Secara prosedural, kami pasti akan selalu berkonsultasi bila harus ada perbaikan. Tapi intinya, sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai perombakan," kata Rosan.
Bantahan ini disampaikan Rosan berulang kali guna memastikan tidak ada simpang siur informasi yang dapat mengganggu kinerja bank-bank besar seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.
"Saya tegaskan sekali lagi, belum ada pembicaraan itu," kata Rosan menegaskan untuk ketiga kalinya.
Baca Juga: Manajemen Persib Bandung Apresiasi Perubahan Jadwal Lawan Borneo FC
Duduk perkara
Untuk memahami pentingnya pernyataan Rosan, publik perlu melihat konteks perubahan besar dalam tata kelola perusahaan negara di Indonesia.
Danantara (Daya Anagata Nusantara) telah bertransformasi menjadi institusi super-holding yang mengelola kekayaan negara, mirip dengan model Temasek di Singapura atau Khazanah di Malaysia.
Sebagai pengelola operasional sekaligus pemegang saham terbesar BUMN, Danantara memegang mandat untuk meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) dan memastikan efisiensi di seluruh lini bisnis negara.
Dengan posisi strategis ini, setiap isu mengenai pergantian jabatan di tingkat direksi perbankan akan langsung berdampak pada kepercayaan pasar modal, mengingat sebagian besar bank Himbara adalah perusahaan publik (Tbk).
Isu perombakan ini menjadi menarik karena sumber awal wacana disebut berasal dari Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Tag
Berita Terkait
-
Manajemen Persib Bandung Apresiasi Perubahan Jadwal Lawan Borneo FC
-
Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI
-
Bojan Hodak Pastikan Jadwal Tandang Persib Bandung Lawan Borneo FC Resmi Berubah
-
Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara
-
Persija Jakarta Resmi Pinjamkan Rio Fahmi dan Hansamu Yama
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS
-
Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun
-
IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran
-
Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun
-
Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus
-
Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi
-
Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur
-
Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur
-
Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit