- Harga Bitcoin turun di bawah $90.000 setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada akhir Januari 2026.
- Arus modal keluar dari Spot Bitcoin ETF AS mencapai $147,37 juta akibat sentimen hati-hati institusi.
- South Dakota mengajukan RUU untuk mengalokasikan hingga 10% dana negara ke dalam Cadangan Bitcoin.
Suara.com - Pasar kripto global kembali mengalami tekanan volatilitas pada akhir Januari 2026. Harga Bitcoin (BTC) terpantau melandai ke bawah level psikologis US$90.000 setelah Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mengumumkan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) perdana tahun ini.
Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berkisar US$ 78.503, sejak Minggu (1/2/2026) pagi, BTC masih kesulitan menembus level US$80.000.
Sementara, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75%.
Meski langkah ini sudah diprediksi oleh mayoritas pelaku pasar, ketiadaan sinyal pelonggaran moneter yang lebih agresif memicu aksi ambil untung pada aset berisiko, termasuk Bitcoin yang sehari sebelumnya sempat menguat di atas US$90.000 berkat pernyataan optimis Presiden AS, Donald Trump.
Sentimen hati-hati dari kalangan institusi terlihat jelas pada data arus modal produk Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat.
Tercatat terjadi arus keluar (outflow) sebesar US$147,37 juta, yang menunjukkan investor besar cenderung membatasi paparan risiko di tengah ketidakpastian kebijakan makroekonomi.
VP INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan ini adalah pola penyesuaian pasar yang wajar.
“Keputusan The Fed sebenarnya sudah masuk dalam kalkulasi pasar, namun kebijakan tersebut belum cukup memberikan amunisi baru untuk mendorong harga lebih tinggi,” ungkap Antony, dalam keterangannya untuk Suara.com
Ia menambahkan bahwa momen pasca-FOMC sering kali dimanfaatkan investor untuk melakukan evaluasi portofolio.
Baca Juga: Bitcoin Masih Tertekan Aksi Jual, Harganya Kembali Melemah
Di tengah koreksi harga, fundamental Bitcoin justru mendapatkan penguatan dari sisi adopsi pemerintahan. Negara bagian South Dakota secara resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membentuk Bitcoin Reserve (Cadangan Bitcoin).
Melalui aturan ini, pemerintah negara bagian berencana mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara ke dalam Bitcoin. Antony menilai langkah ini merupakan sinyal positif jangka panjang.
“Adopsi di level pemerintah menunjukkan bahwa fundamental Bitcoin terus berkembang dan semakin diakui sebagai aset cadangan strategis, terlepas dari fluktuasi harga harian yang dipicu faktor geopolitik,” imbuhnya.
Menyikapi dinamika pasar yang cepat berubah, para investor disarankan untuk tetap disiplin dan tidak terjebak dalam kepanikan jangka pendek.
Antony Kusuma menekankan pentingnya pemahaman konteks risiko sebelum mengambil keputusan eksekusi.
Beberapa tips menghadapi kondisi pasar saat ini meliputi:
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah
-
Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
-
Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura
-
Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen
-
Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat
-
Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya
-
Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali
-
Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram