- Pada Kamis, 5 Februari 2026 pagi, IHSG dibuka menguat dan mencapai level 8.185 atau naik 0,48 persen di BEI.
- Perdagangan tersebut mencatatkan transaksi 2,35 miliar saham dengan nilai Rp 1,34 triliun dan 165.300 kali frekuensi.
- Proyeksi menunjukkan IHSG diperkirakan bergerak cenderung mendatar karena sentimen pasar global dan domestik yang beragam.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di awal perdagangan, Kamis, 5 Februari 2026. IHSG menghijau ke level 8.154.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG justru berbalik menghijau ke level 8.185 atau naik 0,48 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,35 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,34 triliun, serta frekuensi sebanyak 165.300 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 356 saham bergerak naik, sedangkan 180 saham mengalami penurunan, dan 422 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KOCI, FITT, NZIA, PORT, LEAD, BHAT, KBLM, BUKK, GRPM, PSKT, RISE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PIPA, FILM, SOHO, LMPI, SMIL, RMKO, SSTM, PACK, NINE, LIFE, LFLO.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak cenderung mendatar pada perdagangan Kamis (5/2/2026), di tengah beragamnya sentimen yang datang dari pasar global maupun domestik.
Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian arah pasar regional, seiring tekanan yang terjadi di bursa Amerika Serikat.
Baca Juga: Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
"Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di tengah sentimen beragam dari pasar regional dan domestik," tulis Samuel Sekuritas.
Pada perdagangan Rabu (4/2), mayoritas indeks saham utama di Wall Street ditutup melemah. Indeks Dow Jones masih mampu menguat 0,53 persen, namun S&P 500 terkoreksi 0,51 persen dan Nasdaq tertekan cukup dalam hingga 1,51 persen. Pelemahan ini dipicu tekanan pada saham-saham teknologi di tengah padatnya rilis laporan kinerja emiten.
Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat turun ke level 4,278 persen. Sementara itu, indeks dolar AS justru menguat 0,28 persen ke posisi 97,63, mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati terhadap aset berisiko.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa terpantau variatif. Indeks STI Singapura menguat 0,4 persen, sementara indeks saham Eropa STOXX justru melemah 0,4 persen. Di dalam negeri, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,3 persen ke level 8.147.
Sentimen positif turut datang dari pergerakan harga komoditas. Harga minyak Brent menguat 3,2 persen ke level USD 69 per barel, disusul kenaikan harga batu bara dan emas. Namun, harga nikel masih tercatat melemah tipis.
Dari sisi aliran dana asing, investor asing membukukan aksi beli bersih pada saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. Sebaliknya, saham BUMI, ANTM, dan ASII menjadi sasaran aksi jual asing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan