- COO Danantara, Dony Oskaria, menginisiasi konsolidasi BUMN penerbangan menjadi satu Holding dipimpin Garuda Indonesia.
- Dalam rencana Holding tersebut, Garuda Indonesia akan menaungi anak usaha seperti Citilink Indonesia dan Pelita Air mulai Kuartal I.
- Pemulihan kinerja Garuda Indonesia diproyeksikan terjadi di tahun 2026, ditandai kenaikan harga saham signifikan awal Januari.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, ingin merombak total bisnis penerbangan BUMN. Salah satunya, dengan mengkonsolidasi BUMN maskapai menjadi satu Holding.
Dalam Holding BUMN Maskapai Penerbangan ini, Garuda Indonesia akan menjadi induk yang akan membawahi Pelita Air dan CItilink Indonesia yang sudah menjadi anak usaha.
"Garuda di kuartal I ini udah pindah, cepat mereka. Iya Garuda Indonesia induk, ada Citilink, ada Pelita," ujar Dony di Jakarta, seperti dikutip, Jumat (13/2/2026).
Meskipun tengah rugi, Dony yang juga BP BUMN ini memastikan, Garuda Indonesia tak bakal cuci tangan dalam kosnsolidasi Holding BUMN maskapai. Sebab, maskapai berlogo garuda biru itu dalam tahap penyehatan.
"Nanti masalah ketakutan masyarakat bahwa ini nanti jadi problem kalau bergabung, kan itu kita sudah akan berbaik kan? Pasti kita harus monitor juga proses transformasi daripada Garuda Indonesia, ini nantinya lebih bagus," bebernya.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memproyeksikan tahun 2026 akan menjadi momentum penting atau titik balik dalam akselerasi pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Optimisme tersebut sejalan dengan program transformasi komprehensif yang saat ini tengah dijalankan maskapai pelat merah tersebut.
Akselerasi pemulihan kinerja Garuda Indonesia tercermin dari pergerakan saham yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perseroan ke depan.
Hal itu terlihat dari lonjakan harga saham Garuda Indonesia (GIAA) yang naik 9,76 persen pada awal Januari lalu hingga mencapai level Rp 90 per lembar saham.
Baca Juga: Dulu Rugi Mulu, Laba BUMN di Era Prabowo Meroket 4 Kali Lipat, Ini Sebabnya
Kenaikan saham tersebut dipicu oleh perubahan struktur kepemilikan yang melibatkan entitas pengelola aset negara. Danantara menilai respons pasar tersebut menjadi sinyal positif terhadap langkah-langkah restrukturisasi dan transformasi yang tengah dilakukan Garuda Indonesia.
"Pasar telah merespons positif pemulihan kinerja Garuda Indonesia, yang tercermin dari lonjakan tajam harga saham Garuda Indonesia pada awal Januari lalu," kata Dony.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Bhinneka Life Bayar Klaim Rp 661 Miliar Sepanjang 2025
-
Tanpa Perantara, Estimasi Biaya Layanan Listrik Makin Transparan di PLN Mobile
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela
-
Luhut Ikut Buka Suara soal Tambang Emas Martabe: Tak Ada Tekanan dari Luar!
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
5 Rekomendasi Usaha Rumahan saat Ramadan, Modal Minim
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Kembali Sentuh Rp70 Ribu