- PT Waskita Karya menyelesaikan konstruksi RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya, bagian dari upaya pemerintah percepatan layanan kesehatan.
- Rumah sakit seluas 6.795 m2 di lahan 6,4 hektar ini mengusung desain intuitif, estetika modern, dan batik lokal.
- Fasilitas tiga lantai mencakup IGD, radiologi, rawat inap, ICU, HCU, NICU, dan Instalasi Bedah Sentral (IBS).
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menyelesaikan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Besar Syarif Idrus (RSUD TBSI) Kubu Raya di Kalimantan Barat pada akhir tahun lalu.
Proyek ini merupakan bagian dari kebijakan cepat tanggap pemerintah terhadap layanan kesehatan di Tanah Air.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan peningkatan kelas RSUD TBSI sudah sangat dinantikan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya. Untuk itu, emiten dengan kode saham WSKT ini terus mempercepat pengerjaannya agar bisa segera digunakan.
"Suatu kebanggaan bagi kami dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. Kehadiran RSUD TBSI Kubu Raya diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang bisa memenuhi kebutuhan medis secara keseluruhan," jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2025).
Ia menuturkan, Waskita Karya berhasil memperbarui desain gedung dan sejumlah fasilitas di RSUD Kabupaten Kubu Raya. Total luas bangunan di atas lahan sekitar 6,4 hektar (ha) itu mencapai 6.795 meter persegi (m2).
Dalam proyek ini, sambung Paulus, Waskita mengusung pendekatan yang berpusat pada pasien, yaitu menggabungkan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan. Sementara desain bangunannya mengedepankan tata letak intuitif, ruang tunggu nyaman, serta menjaga privasi pasien.
"Konsep tersebut juga menekankan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi modern dan alur kerja yang optimal melalui efisiensi konfigurasi ruang. Kemudian guna menciptakan lingkungan sehat dan nyaman, Perseroan mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan seperti penggunaan energi efisien dan ruang terbuka hijau," jelas dia.
Kemudian untuk fasad atau tampilan luarnya, Waskita menggabungkan konsep modern dan kontekstual. Salah satunya dengan memakai motif batik khas Kalimantan Barat pada dinding, kusen, hingga atap.
"RSUD TBSI Kubu Raya diharapkan menjadi tempat nyaman dan menyenangkan bagi pasien, sehingga dapat mendorong kesembuhan lebih cepat. Pembangunan proyek ini merupakan salah satu wujud komitmen Waskita Karya dalam menjaga kesehatan bangsa," kata Paulus.
Baca Juga: Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara
Dirinya menyebutkan, gedung RSUD tersebut terdiri dari tiga lantai. Di lantai pertama terdapat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), radiologi, cathlab, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), serta poliklinik.
Lalu di lantai dua tersedia ruang rawat inap standar maupun VIP, juga ruang Hemodialisa, farmasi, Lab Patologi, dan Central Sterile Supply Department (CSSD). Selanjutnya di lantai tiga terdiri dari Intesive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), juga Instalasi Bedah Sentral (IBS).
Paulus menegaskan, Perseroan telah berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun sejumlah RS di Tanah Air di antaranya RSUD Tigaraksa di Tangerang, RS Cahya Kawaluyan di Padalarang, RSUD Pasar Minggu di Jakarta, RS Darurat Covid-19 Pulau Galang di Batam, RS Universitas Sumatera Utara di Medan, dan RSUD Pekan Baru.
Ada pula RS Universitas Sebelas Maret di Surakarta, RS Semen Padang di Padang, Samarinda Medical Centre, RS Sentul City di Bogor, RS Dr. Sardjito di Yogyakarta, serta RS Advent di Bandung.
Waskita turut membangun RSUD Kota Tangerang, RS Badung di Bali, RS dr. Muhammad Zein Painan di Sumatera Barat, dan RS Dr. (HC) Ir. Soekarno di Pangkal Pinang. Berikutnya RS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) serta Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar