Bisnis / Properti
Senin, 16 Februari 2026 | 14:09 WIB
Kementerian PU melakukan pembersihan dan penataan saluran air di dua Kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Meureudu dan Meurah Dua, yang mencakup 22 Desa terdampak banjir di Aceh, agar saluran tersebut dapat difungsikan secara optimal sebagai jalur pembuangan air di lingkungan permukiman. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri PU targetkan percepatan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan prinsip Build Back Better.
  • Progres sektor air bersih mencapai 72,7 persen; sanitasi dan persampahan 100 persen; jalan serta jembatan nasional telah fungsional.
  • Pemerintah alokasikan anggaran Rp73,98 triliun (2025–2029) dan kerahkan personel serta program padat karya untuk pemulihan.

“Telah terbit Inpres Nomor 18 Tahun 2026 yang semakin mengakselerasi penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatera secara cepat dan adaptif. Secara umum, infrastruktur utama sudah berfungsi, pelayanan masyarakat telah berjalan, jaringan komunikasi sepenuhnya normal, dan proses rehab rekon terus berjalan dengan komitmen membangun lebih baik, lebih kuat, dan lebih kokoh untuk mencegah serta menghadapi potensi bencana ke depan,” jelasnya.

Sekretaris Kabinet Teddy menyebut Presiden terus memantau perkembangan pemulihan di daerah terdampak. Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan proses rehabilitasi berjalan transparan dan rutin dilaporkan ke publik.

“Kita memasuki dua bulan pascabencana dan fakta di lapangan menunjukkan hasil yang sangat cepat dan konkret. Dalam dua bulan telah dibangun 5.500 unit rumah hunian, dengan 1.500 unit selesai pada bulan pertama. Sebanyak 98 jembatan telah diperbaiki dan 99 ruas jalan nasional sudah dapat dilalui,” jelas Teddy.

Load More