- Raksasa ATM Bitcoin, Bitcoin Depot, resmi bangkrut dan menutup ribuan mesinnya secara global.
- ATM Bitcoin memfasilitasi transaksi jual beli kripto secara langsung dengan uang tunai fisik.
- Meski memudahkan akses kripto, bisnis ini rentan peretasan dan tingginya biaya operasional.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia kripto. Bitcoin Depot, raksasa penyedia layanan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bitcoin yang bahkan sudah melantai di bursa efek Nasdaq, resmi menutup seluruh layanannya dan mengajukan perlindungan kebangkrutan 'Chapter 11'.
Perusahaan yang berbasis di Atlanta tersebut secara sukarela mengajukan pailit di Pengadilan Distrik Selatan Texas pada Senin (18/5). Imbasnya, sebanyak 9.276 kios ATM yang tersebar di AS, Kanada, dan Australia kini berstatus offline alias mati total.
Di tengah tumbangnya raksasa penyedia mesin ini, sebuah pertanyaan mendasar kerap muncul di benak masyarakat awam: Sebenarnya, apa itu ATM Bitcoin dan untuk apa mesin ini diciptakan?
Mengenal Apa Itu ATM Bitcoin
Secara sederhana dilansir dari reku.id, ATM Bitcoin adalah kios fisik yang menjembatani mata uang tradisional (fiat) seperti Rupiah atau Dolar, dengan mata uang digital seperti Bitcoin.
Jika ATM bank pada umumnya terhubung dengan rekening tabungan Anda untuk menarik atau menyetor uang tunai, ATM Bitcoin terhubung langsung ke bursa pertukaran kripto (crypto exchange) melalui internet.
Mesin ini memberikan akses instan bagi masyarakat untuk membeli atau menjual aset digital tanpa perlu repot membuka aplikasi atau mendaftar di platform pertukaran online.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Meski terdengar rumit, cara kerja mesin ini dirancang sangat ringkas layaknya mesin penarik tunai konvensional. Berikut adalah alur umumnya:
Baca Juga: Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?
- Verifikasi Identitas: Pengguna biasanya diminta memindai kartu identitas atau melakukan verifikasi langsung pada layar mesin untuk alasan keamanan.
- Pilih Transaksi: Pengguna memilih opsi "Beli" (menyetorkan uang tunai untuk ditukar menjadi Bitcoin) atau "Jual" (menukar Bitcoin yang dimiliki untuk ditarik menjadi uang tunai).
- Pemindaian Dompet Digital: Mesin akan memindai kode QR dari dompet digital (crypto wallet) milik pengguna di ponsel.
- Penyelesaian: Pengguna memasukkan uang kertas ke dalam mesin (jika membeli), dan Bitcoin akan langsung dikirimkan ke dompet digital tersebut dalam hitungan menit.
Mengapa Mesin Ini Sempat Sangat Populer?
Sebelum badai kebangkrutan melanda perusahaan terbesarnya, ATM Bitcoin menjamur di berbagai pusat perbelanjaan hingga restoran karena menawarkan tiga fungsi utama:
- Akses Instan dan Cepat: Transaksi jual-beli kripto bisa dilakukan sembari berbelanja harian tanpa harus menunggu proses pencairan bank yang memakan waktu.
- Inklusi Keuangan: Mesin ini menjadi penyelamat bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank (unbanked) atau kartu kredit, karena transaksi murni menggunakan uang tunai fisik.
- Privasi Tinggi: Beberapa jenis mesin mengizinkan transaksi dengan tingkat anonimitas tertentu, menjaga privasi pengguna saat bersinggungan dengan aset digital.
Tantangan dan Masa Depan
Terlepas dari kemudahannya, bisnis ATM fisik kripto ini menyimpan kerentanan. Risiko peretasan, penipuan, hingga tingginya biaya operasional pemeliharaan ribuan mesin fisik menjadi tantangan berat yang harus ditanggung perusahaan.
Di Indonesia sendiri, ATM kripto masih menjadi barang langka. Namun, edukasi mengenai fungsinya tetap penting mengingat teknologi ini menjanjikan potensi sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan masa depan ekonomi digital, asalkan didukung oleh sistem keamanan dan regulasi yang matang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen
-
Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!
-
Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini
-
Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut
-
Harga Lebih Murah, Rumah Second Kini Jadi Incaran Gen Z
-
Para Vaper Sebut Produk Tembakau Alternatif Bukan Narkoba
-
Pedagang Keluhkan Harga Sapi Naik Tinggi Jelang Iduladha, Ini Penyebabnya
-
Biaya Sekolah Naik Gila-gilaan, Orang Tua Dipaksa Putar Otak Siapkan Dana Pendidikan
-
Arsenal Juara Liga Inggris: Kantongi Rp4,24 triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB