- Suhu Xiang Yi menyatakan Imlek 2026 (Tahun Kuda Api) membawa energi api ganda yang kuat memengaruhi konsumsi.
- Energi api dominan berpotensi mendorong masyarakat mengambil keputusan belanja lebih impulsif tanpa perhitungan matang.
- Pengendalian emosi melalui penenangan diri penting dilakukan untuk menghindari tekanan finansial pasca-konsumsi tinggi.
Suara.com - Pakar Feng Shui Suhu Xiang Yi tahun Kuda Api yang menjadi lambang Imlek 2026 disebut membawa energi besar yang tak hanya mempengaruhi dunia usaha, tetapi juga perilaku konsumsi masyarakat. menilai dominasi unsur api tahun ini berpotensi mendorong masyarakat menjadi lebih impulsif dalam berbelanja.
Menurutnya, unsur api dalam Feng Shui berkaitan erat dengan emosi dan dorongan keinginan. Ketika energinya sangat kuat, masyarakat cenderung lebih sulit menahan keputusan konsumsi.
"Pada manusianya, dia itu mempengaruhi sisi emosi, cara berpikir. Jadi manusia itu menjadi lebih sulit mengendalikan emosinya. Lebih menuruti kehendak hatinya. Sehingga bisa saja berbuat sesuatu tanpa berpikir panjang," ujar Xiang Yi kepada Suara.com, Selasa (17/2/2026).
Ia menilai kondisi tersebut bisa berdampak pada pola belanja masyarakat, terutama pada momentum hari raya. Energi api yang membara disebut dapat memperbesar dorongan konsumsi tanpa perhitungan matang.
"Nah, jadi kalau hal itu tidak diperhitungkan dengan baik, ya lebih kan mudah terjadi semacam ya setelah hari raya menjadi kehidupannya menjadi lebih berat begitu," jelasnya.
Xiang Yi menjelaskan, dalam teori Feng Shui, Tahun Kuda membawa elemen api, sementara energi tahunan 2026 juga mengandung unsur yang sama. Kombinasi ini menciptakan efek double fire yang memperkuat dorongan emosional manusia.
"Karena Kuda itu sendiri elemennya api. Heeh. Ditambah lagi, elemen yang dibawa oleh tahun 2026, itu juga api. Jadi apinya itu menjadi double," ucapnya.
"Jadi double fire ini membuat ledakan energi yang luar biasa. Sehingga mempengaruhi seluruh dinamika kehidupan," jelasnya.
Menurutnya, salah satu dampak nyata dari energi tersebut adalah kecenderungan masyarakat menjadi lebih konsumtif. Jika tidak dikendalikan, kondisi itu dapat memicu tekanan finansial setelah periode belanja tinggi.
Baca Juga: Ahli Feng Shui Ungkap Bisnis yang Gemilang di Tahun Kuda Api
"Nah, jadi hal itu, penyeimbang. Imbangan itu yang harus diperhitungkan dan dikendalikan. Nah, jadi kalau kita tarik benang merahnya ya lebih kurang akan jatuh ke situ," tuturnya.
Ia menekankan pentingnya pengendalian diri agar keputusan finansial tetap rasional di tengah dorongan emosional yang meningkat sepanjang tahun ini.
"Ya tentu saja adalah berusaha mengendalikan emosi dengan cara barangkali penenangan diri. Jadi misalnya setiap menjelang tidur, heeh, sisihkan waktu berapa menit misalnya, lima menit, untuk menenangkan pikiran," lanjutnya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana untuk menenangkan diri dan mengevaluasi keputusan harian dapat membantu masyarakat menghindari pengeluaran berlebihan.
"Jika itu dilakukan setiap hari, sehingga menjadi suatu kebiasaan yang baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga