- Menteri Keuangan Purbaya menargetkan belanja pemerintah kuartal pertama 2026 mencapai Rp 89 triliun untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi.
- Realisasi belanja Q1 2026 akan difokuskan pada percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 62 triliun.
- Anggaran lain dalam proyeksi tersebut mencakup THR ASN Rp 55 triliun, pemulihan bencana Sumatra Rp 6 triliun, dan stimulus ekonomi Rp 13 triliun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belanja Pemerintah awal tahun 2026 akan dikebut. Ia menargetkan pengeluaran di kuartal pertama (Q1) 2026 bakal tembus Rp 89 triliun.
"Di triwulan pertama, seluruh belanja Pemerintah yang berhubungan dengan program-program kita, akan kita pastikan dibelanjakan tepat waktu, betul-betul dibelanjakan tepat waktu," kata Purbaya saat konferensi pers di Wisma Danantara, dikutip Selasa (17/2/2026).
Pertama adalah percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp 62 triliun di Q1 alias periode Januari-Maret 2026. Adapun total anggaran MBG untuk tahun 2026 mencapai Rp 335 triliun.
Kedua yakni Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Purbaya menerangkan kalau THR ASN ini akan dianggarkan Rp 55 triliun.
Ketiga yaitu anggaran untuk pemulihan bencana banjir Sumatra yang dialokasikan Rp 6 triliun. Keempat yaitu paket stimulus ekonomi dengan rincian Rp 13 triliun.
"Jadi kita proyeksikan belanja negara triwulan pertama akan mencapai Rp 89 triliun," beber dia.
Menkeu Purbaya menerangkan kalau selama triwulan pertama 2026, Pemerintah bakal terus menjaga momentum perbaikan. Sebab di Q4 2025 lalu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen.
"Kita prediksi triwulan pertama ini, kita akan tekan, dorong ke arah 5,5 persen sampai 6 persen. Kemungkinan besar sih mendekati 6 persen," jelas Purbaya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
Tag
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998
-
Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
-
Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026