- Suspensi dilakukan mulai 20 Februari 2026 akibat lonjakan harga signifikan.
- Dalam sebulan, harga saham LUCY melesat dari Rp835 ke level Rp2.290 per lembar.
- Langkah ini diambil otoritas bursa sebagai bentuk perlindungan bagi para pemodal.
Suara.com - Di tengah suasana bulan suci Ramadan, kabar mengejutkan datang dari lantai bursa. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjatuhkan sanksi penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), emiten pengelola kelab malam dan rooftop bar kenamaan, Lucy in The Sky.
Usut punya usut langkah tegas wasit pasar modal ini diambil menyusul pergerakan harga saham LUCY yang dianggap bergerak di luar kewajaran. Mengutip keterbukaan informasi BEI, Jumat (20/2/2026), suspensi ini dilakukan dalam rangka perlindungan investor.
"Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 20 Februari 2026," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.
Berdasarkan data RTI Business, performa saham emiten yang bermarkas di SCBD ini memang bikin geleng-geleng kepala. Hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham LUCY terpantau terbang 174,25%.
Harga saham yang semula anteng di level Rp835, mendadak melesat kencang hingga menyentuh Rp2.290 per lembar saham sebelum akhirnya digembok otoritas bursa.
Pihak bursa menegaskan bahwa suspensi ini akan berlangsung hingga pengumuman lebih lanjut. Investor pun diminta untuk lebih berhati-hati dan mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen LUCY mengenai faktor fundamental atau aksi korporasi yang memicu lonjakan harga saham di saat aktivitas hiburan malam biasanya mengalami penyesuaian selama Ramadan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
-
Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior
-
Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik
-
IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif