- Harga emas Antam pada Jumat, 20 Februari 2026, mencapai Rp 2.944.000 per gram, naik Rp 44.000 dari hari sebelumnya.
- Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga meningkat menjadi Rp 2.725.000 per gram, setelah naik Rp 31.000.
- Emas dunia menguat mendekati $5.000 per troy ons akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 20 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.944.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terus meroket Rp 44.000 dibandingkan hari Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.725.000 per gram.
Harga buyback itu juga juga melambung tinggi Rp 31.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.525.805
- Emas 1 Gram Rp 2.951.360
- Emas 2 gram Rp 5.842.570
- Emas 3 gram Rp 8.738.793
- Emas 5 gram Rp 14.531.238
- Emas 10 gram Rp 29.007.338
- Emas 25 gram Rp 72.392.530
- Emas 50 gram Rp 144.705.863
- Emas 100 gram Rp 289.333.530
- Emas 250 gram Rp 723.068.163
- Emas 500 gram Rp 1.445.925.800
- Emas 1.000 gram Rp 2.891.811.500
Harga Emas Dunia Melonjak Lagi
Harga emas dunia bertahan di zona positif pada perdagangan sesi awal Asia, Jumat. Mengutip laporan FXStreet, emas spot (XAU/USD) diperdagangkan dekat level 5.000 dolar AS per troy ons, didukung meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Logam mulia ini sedikit menguat seiring meningkatnya permintaan aset safe haven. Pelaku pasar mencari instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Harga Emas Antam Perlahan Naik Lagi, Hari Ini Tembus Rp 2,91 Juta/Gram
Sentimen pasar dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran memiliki waktu paling lama 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, menurut Bloomberg.
Trump menambahkan bahwa hal-hal yang sangat buruk akan terjadi jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dengan Iran dan AS akan mendapatkan kesepakatan dengan cara apa pun.
Selain itu, data dari situs pelacak penerbangan menunjukkan lonjakan aktivitas pesawat militer AS, termasuk pesawat angkut, tanker udara, pesawat pengintai, hingga drone ke sejumlah pangkalan di Qatar, Yordania, Kreta, dan Spanyol. Perkembangan ini semakin mempertebal kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik terbuka.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan lebih lanjut terkait dinamika AS-Iran. Jika eskalasi meningkat, emas sebagai aset safe haven tradisional berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
Di sisi lain, investor juga bersiap menanti sejumlah data penting ekonomi AS yang akan dirilis Jumat ini, yakni Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), serta Indeks Manajer Pembelian (PMI) Global S&P.
Data ekonomi terbaru menunjukkan ekonomi AS masih berada dalam pijakan yang stabil. Kondisi ini memberikan ruang bagi bank sentral AS, Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka pendek.
Suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Namun, dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai cenderung meningkat.
Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan pasar tenaga kerja tetap cukup tangguh dan bank sentral hampir mencapai mandat lapangan kerja maksimal serta stabilitas harga. Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menyatakan kebijakan moneter saat ini berada di posisi yang baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Indonesia Akan Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar per Tahun lewat Perjanjian Dagang Baru
-
Perusahaan Tanggung BPJS Driver Ojol, Beban Iuran Hilang
-
Rupiah Masih Meriang, Dolar AS Sentuh Level Rp16.908
-
Diteken Prabowo - Trump, 1.819 Produk Indonesia Dapat Tarif Nol Persen ke AS
-
Prabowo - Trump Resmi Tandatangani Kesepakatan Perdagangan Resiprokal, Begini Isinya
-
IHSG Berbalik Perkasa pada Jumat Pagi, Kembali ke Level 8.300
-
267 Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float 15 Persen, Siapa Saja?
-
Laba Bank Danamon Tumbuh 14 Persen Jadi Rp4 Triliun pada 2025
-
Debut Jadi Deputi Bank Indonesia, Keponakan Prabowo Soroti Masalah Ini
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin