- Investasi US$38,4 Miliar: RI-AS sepakati 11 MoU strategis senilai total 38,4 miliar dolar AS.
- Hilirisasi & Teknologi: Fokus pada semikonduktor, mineral kritis, hingga perpanjangan Freeport.
- Perjanjian ART: Prabowo-Trump bentuk Council of Trade demi stabilitas dagang kedua negara.
Suara.com - Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru yang ambisius. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump, kedua negara resmi menyepakati kerja sama bisnis bernilai fantastis, mencapai puluhan miliar dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa dalam rangkaian forum bisnis di Washington DC, telah ditandatangani 11 Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis.
“Kemarin telah ditandatangani 11 Memorandum of Understanding, baik itu dari segi perdagangan yang merupakan turunan daripada agreement untuk reciprocal trade, untuk pembelian energi, pembelian agriculture, dan juga pembelian lain,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).
Tak tanggung-tanggung, nilai total dari kesepakatan ini menembus angka dua digit. Airlangga menegaskan bahwa komitmen investasi dan perdagangan tersebut menjadi bukti kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
“Itu nilainya sebesar 38,4 miliar dolar AS,” tegasnya.
Sektor-sektor yang disasar pun sangat beragam. Mulai dari energi, teknologi, hingga sumber daya mineral. Salah satu poin krusial adalah kepastian perpanjangan operasional Freeport McMoRan dari tahun 2041 hingga 2061, yang menjadi bagian dari pengembangan critical mineral.
Indonesia juga tancap gas dalam urusan teknologi tinggi. Kesepakatan ini mencakup pengembangan industri hilirisasi silika menjadi silica iron untuk produksi semikonduktor. Selain itu, kerja sama meluas ke sektor kesehatan, bioteknologi, hingga pendidikan.
Di sisi komoditas, AS berkomitmen melakukan pembelian jagung, kapas (cotton), furnitur, hingga kerja sama oil field recovery.
Kesepakatan bisnis ini merupakan tindak lanjut dari ditekennya Agreement on Reciprocal Trade (ART) oleh Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump. Perjanjian bersejarah tersebut diberi tajuk “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance”.
Baca Juga: Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun
Airlangga menjelaskan, ART bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan kerangka kerja baru yang membentuk Council of Trade and Investment. Forum ini akan berfungsi sebagai "wasit" sekaligus ruang diskusi jika terjadi sengketa dagang atau lonjakan tarif di masa depan.
“Seluruh persoalan investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di forum tersebut apabila ada hal yang dianggap mengganggu neraca kedua negara,” pungkas Airlangga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Efisiensi Jadi Harga Mati Industri Logistik Indonesia
-
Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
-
Ciri File APK yang Bisa Kuras Rekening, Bercermin dari Hilangnya Miliaran Rupiah di Batang
-
Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!
-
BRI Optimistis 2026: 3 Program Dorong Kredit Produktif
-
Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?
-
Belajar dari Kasus di Batang, Waspadai Penipuan Perbankan Bermodus File APK
-
Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Emiten RI Bidik Kursi Raksasa Fastener Dunia, Incar Pasar UAE hingga AS