Bisnis / Makro
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:43 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara (SUN). [shutterstock]
Baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara per 18 Februari 2026.
  • Total penawaran masuk yang tercatat dalam lelang Surat Utang Negara tersebut mencapai nominal Rp63,06 triliun.
  • Serapan terbesar berasal dari seri FR0109 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,67712 persen hingga jatuh tempo 2031.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyerap dana Rp 40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) per 18 Februari 2026.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, total penawaran masuk yang tercatat pada lelang SUN mencapai Rp 63,06 triliun.

Dana itu lebih rendah dari lelang sebelumnya yang mencapai Rp 76,59 triliun pada 3 Februari 2026, seperti dikutip dari Antara, Kamis (19/2/2026).

Serapan paling banyak berasal dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp 16,4 triliun dari penawaran masuk Rp 24,16 triliun. Imbal hasil atau yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,67712 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Serapan lainnya dari seri FR0108 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp 12,3 triliun dari penawaran masuk Rp 21,07 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,37998 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Selain itu, Pemerintah menyerap dana senilai Rp 3,25 triliun dari seri FR0106 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp 4,34 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,59975 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.

Kemudian dari seri SPN12270204 (pembukaan kembali), Kemenkeu menyerap dana senilai Rp 2,5 triliun dari penawaran masuk Rp 4,78 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,76800 persen dengan jatuh tempo 4 Februari 2027.

Ada pula Rp 1,65 triliun dari seri FR0105 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp 2,18 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,77991 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Pemerintah menyerap nominal yang sama dari dua seri, yakni FR0107 (pembukaan kembali) dan FR0102 (pembukaan kembali), masing-masing sebesar Rp1,6 triliun.

Baca Juga: Endus Gratifikasi Mobil Alphard Pejabat Kemenkeu, Purbaya Akan Hubungi KPK

Untuk seri FR0107, penawaran masuk yang tercatat sebesar Rp3,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,66957 persen dan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Sedangkan untuk seri FR0102, penawaran masuk tercatat sebesar Rp2,23 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,74988 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Serapan terakhir berasal dari seri SPN01260322 (penerbitan baru) yang diserap penuh dari penawaran masuk Rp700 miliar. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 4,50000 persen dengan jatuh tempo 22 Maret 2026.

Terakhir dari seri SPN03260521 (penerbitan baru), pemerintah memutuskan untuk tidak menyerap dana meski menerima penawaran masuk sebesar Rp300 miliar.

Load More