- Kreatif Media Karya, pengendali BUKA, menambah 4,49 miliar saham antara 19 hingga 20 Februari 2026.
- Transaksi investasi jangka panjang ini membutuhkan dana total sekitar Rp674,34 miliar dengan harga Rp150 per saham.
- Setelah penambahan, porsi kepemilikan Kreatif Media Karya di Bukalapak meningkat menjadi 44,91 persen dari sebelumnya.
Suara.com - Akumulasi saham kembali ditunjukkan oleh pengendali PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Kreatif Media Karya dilaporkan baru saja menambah porsi kepemilikannya dengan menjaring sekitar 4.495.645.533 (4,49 miliar) lembar saham perusahaan teknologi tersebut.
Transaksi besar ini tercatat dilakukan secara bertahap pada periode 19 hingga 20 Februari 2026.
Terkini, harga saham BUKA pada Senin (23/2/2026) terpantau berada di kisaran Rp148, tidak bergerak jika dibandingkan dengan pembukaan pasar.
Dalam laporan keterbukaan informasi, transaksi penguatan modal ini dieksekusi pada harga Rp150 per saham. Dengan harga pelaksanaan tersebut, Kreatif Media Karya mengalokasikan dana investasi mencapai Rp674,34 miliar.
Manuver ini mempertegas posisi mereka sebagai pemegang saham pengendali yang terus mempertebal portofolionya di Bukalapak.
Kepemilikan Terbaru Pasca-Transaksi
Penambahan aset ini secara otomatis mengubah komposisi kepemilikan saham di dalam struktur perusahaan. Berikut adalah perbandingannya:
Sebelum Transaksi: Kreatif Media Karya menguasai 41,82 miliar lembar saham atau setara dengan porsi kepemilikan 40,55 persen.
Setelah Transaksi: Koleksi saham meningkat menjadi 56,32 miliar lembar. Porsi kepemilikan kini melonjak menjadi 44,91 persen, atau naik sekitar 4,36 persen.
Baca Juga: 2 Kebun Binatang di Yogyakarta Ini Tawarkan Paket Bukber Kids Friendly, Cek Harga Tiketnya!
Pihak manajemen Bukalapak menyatakan bahwa tujuan utama dari aksi borong saham oleh sang pengendali ini murni untuk kepentingan investasi jangka panjang.
Meski mendapatkan sentimen positif dari aksi beli sang pengendali, harga saham BUKA di lantai bursa terpantau belum menunjukkan taringnya.
Pada perdagangan Senin (23/2/2026) pagi, saham emiten teknologi ini bergerak stagnan di level Rp148 per saham.
Jika menilik ke belakang, performa saham Bukalapak memang tengah menghadapi tantangan berat. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, pergerakan harganya lebih sering berada di zona merah.
Tercatat sejak 25 Agustus 2025 yang kala itu berada di posisi Rp183, harga saham BUKA telah menyusut sebanyak 35 poin atau mengalami koreksi sebesar 19,13 persen.
DISCLAIMER: Artikel ini disusun sebagai informasi berita terkait aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia per Februari 2026. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca. Pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar dan kondisi ekonomi makro
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari