- IHSG menguat signifikan pada Senin, 23 Februari 2026 pagi, mencapai level 8.334, didukung sentimen positif pasar global.
- Pada perdagangan pagi tersebut tercatat 2,95 miliar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi Rp 1,41 triliun.
- Proyeksi penguatan IHSG terbuka jika berhasil bertahan di atas level support krusial 8.150–8.230.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan, Senin 23 Februari 2026 pagi. IHSG melesat 0,76 persen ke level 8.334.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus meroket 0,94 persen ke level 8.349.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,95 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,41 triliun, serta frekuensi sebanyak 181.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 361 saham bergerak naik, sedangkan 174 saham mengalami penurunan, dan 423 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DIVA, SKBM, MEGA, IKBI, SOLA, BELL, ESTI, MGLV, KING, FOLK, ERTX.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, HILL, BAIK, SGRO, LFLO, JAST, ASPR, ARKO, ROCK, RMKO, PBSA.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan awal pekan ini, di tengah sentimen global yang mulai membaik. BRI Danareksa Sekuritas mencatat peluang rebound tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas area support krusial.
Dari pasar global, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,47 persen ke level 49.625. Indeks S&P 500 menguat 0,69 persen ke 6.909 dan Nasdaq melonjak 0,90 persen ke 22.886.
Baca Juga: Ratusan Saham Masih Belum Penuhi Ambang Batas Free Float IHSG
Penguatan bursa Amerika Serikat tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar emerging market, termasuk Indonesia, meski tensi geopolitik global masih membayangi.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup terkoreksi tipis 0,03 persen ke level 8.271 dengan jual bersih asing Rp 360,91 miliar di pasar reguler.
Koreksi yang relatif terbatas ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong sikap risk-off investor global.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai struktur tren IHSG masih berada dalam fase konstruktif. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 8.150–8.230, peluang penguatan menuju resistance psikologis 8.400 tetap terbuka.
Dari sisi sentimen domestik, pelaku pasar mencermati progres komunikasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait proposal kepada MSCI dan FTSE. Perkembangan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar modal Indonesia.
Selain itu, dinamika lanjutan pasca pembatalan tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS juga menjadi perhatian. Keputusan tersebut dinilai membuka ruang negosiasi dagang lanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbul
-
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?
-
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
-
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek
-
Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan
-
Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut