- Steven Kusumo buktikan kepemimpinan matang tak harus tunggu usia tua.
- Membangun kawasan adalah menciptakan simpul ekonomi dan harapan, bukan sekadar beton.
- Penghargaan berbasis dampak nyata, bukan sekadar jabatan atau posisi.
Suara.com - Di jagat bisnis properti dan pengembangan kawasan, kepemimpinan sering kali terjebak dalam angka-angka pertumbuhan kuartalan atau deretan beton infrastruktur. Namun, bagi Steven Kusumo, Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), menakhodai sebuah perusahaan terbuka adalah soal merajut ekosistem kehidupan.
Visi kepemimpinan yang melampaui statistik inilah yang mengantarkan Steven masuk dalam daftar prestisius Fortune Indonesia 40 Under 40 2026. Sebuah apresiasi bagi 40 tokoh muda berpengaruh yang dinilai mampu mendobrak batasan usia dengan capaian konkret.
Masuknya nama Steven dalam daftar ini bukan sekadar urusan prestise. Fortune Indonesia melakukan kurasi ketat berbasis rekam jejak, dampak sosial-lingkungan, serta keberanian mengambil keputusan strategis dalam dua tahun terakhir.
Pemimpin Redaksi Fortune Indonesia, Hendra Soeprajitno, menegaskan bahwa era di mana kepemimpinan matang hanya milik mereka yang berumur panjang telah berakhir.
"Para tokoh dalam daftar 40 Under 40 tahun 2026 ini berhasil mematahkan mitos tersebut. Mereka membuktikan bahwa fokus, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan strategis tidak harus menunggu usia matang," ujar Hendra.
Bagi Steven Kusumo, industri pengembangan kawasan memiliki tanggung jawab moral yang besar. Setiap keputusan yang diambil hari ini akan menjadi wajah kota di masa depan. Ia melihat kawasan yang dibangun CBDK bukan sekadar deretan bangunan, melainkan simpul ekonomi baru tempat harapan masyarakat tumbuh.
Sebagai pimpinan perusahaan publik, Steven berdiri di titik temu yang menantang: menjaga agresivitas ekspansi bisnis sembari tetap memegang teguh prinsip keberlanjutan (sustainability).
"Kepemimpinan bukan sekadar soal memperluas proyek, tetapi bagaimana menciptakan ruang hidup yang fungsional dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat."
Kehadiran Steven dalam jajaran elit pemimpin muda nasional ini menjadi sinyal kuat terjadinya pergeseran generasi dalam korporasi Indonesia. Usia kini bukan lagi dipandang sebagai barikade, melainkan momentum untuk menunjukkan kapasitas dan konsistensi.
Baca Juga: Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
Penghargaan ini mungkin hanya satu babak dalam perjalanan karier Steven Kusumo. Namun, ini adalah bukti nyata bahwa ketika disiplin dan komitmen dijalankan tanpa kompromi, kepemimpinan bisa tumbuh jauh lebih cepat dari yang dibayangkan banyak orang.
CBDK sendiri mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga kuartal III tahun 2025 sebesar Rp 1,31 triliun. Laba tersebut meroket 88,6% dibandingkan kuartal III tahun 2024 yang sebesar Rp 695,6 miliar.
Dalam keterbukaan informasi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian laba tersebut berasal dari pendapatan bersih hingga akhir September 2025 sebesar Rp 2,29 triliun atau naik 44,9% dari tahun 2024 yang sebesar Rp 1,58 triliun.
Beban pokok pendapatan naik jadi Rp 701,5 miliar dari Rp 653 miliar. Sehingga laba kotor CBDK meroket jadi Rp 1,59 triliun dari kuartal III 2024 yang sebesar Rp 932,1 miliar.
Selanjutnya, dikurangi beban penjualan yang turun jadi Rp 34,7 miliar, beban umum dan administrasi naik jadi Rp 126,9 miliar, bagian atas rugi bersih entitas asosiasi naik jadi Rp 18,9 miliar, beban keuangan turun jadi Rp 19,1 miliar, beban pajak final naik jadi Rp 74,7 miliar, dan penghasilan keuangan naik jadi Rp 93,9 miliar, maka laba sebelum pajak penghasilan naik jadi Rp 1,4 triliun dari Rp 819,8 miliar.
Adapun posisi aset CBDK hingga kuartal III tahun 2025 naik jadi Rp 22,05 triliun. Aset tersebut naik dibandingkan akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 20,2 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini