- Hingga 20 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nol perusahaan resmi mencatatkan saham perdana (IPO).
- Saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline IPO yang berencana masuk ke bursa saham BEI.
- Dari delapan calon emiten tersebut, lima perusahaan diklasifikasikan sebagai perusahaan beraset jumbo atau besar.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut sudah ada perusahaan yang berencanan untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Namun, calon emiten ini tidak melakukannya dalam waktu dekat.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan hingga 20 Februari 2026 belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Namun, pipeline IPO tetap terisi yang rencananya ada perusahaan masuk dengan 5 diantaranya adalah perusahaan beraset jumbo.
“Sampai dengan 20 Februari 2026 telah tercatat nol perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman, belum lama ini.
Adapun, lima perusahaan beraset besar (di atas Rp250 miliar), tiga perusahaan beraset menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar).
Secara sektoral, terdapat dua perusahaan sektor basic materials - dua sektor financials - masing-masing satu dari sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, industrials, serta transportation and logistic.
Jika mengacu pada sektor usaha, calon emiten tersebut memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari sektor material dasar, energi hingga keuangan.
Berita Terkait
-
Prabowo Marah Besar Gegara MSCI, Bos BEI: Ini Peringatan Buat Kami
-
Pasar Modal Mau Diawasi Ketat Sama Prabowo, Bos BEI: Kami Dapat Dukungan
-
Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif pada Selasa Pagi, Melesat ke Level 8.400
-
Donald Trump Dituntut Kembalikan Dana Tarif Rp 2.700 Triliun
-
Siapa Pengemplang Pajak Rp2,6 M yang Sahammya Diblokir Purbaya?
-
Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil
-
Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda
-
Danantara Gandeng Perusahaan Asal Inggris Arm Mau Ciptakan Chip