Bisnis / Inspiratif
Rabu, 25 Februari 2026 | 07:23 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandh memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
Baca 10 detik
  • Menteri Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 akan terjadi pada tanggal 18 April.
  • Pemerintah mengharapkan kebijakan WFA dapat mendistribusikan pergerakan pemudik agar tidak terjadi penumpukan signifikan.
  • Operasional posko angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 29 Maret 2026 untuk koordinasi transportasi.

Suara.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada 18 April. Pemerintah berharap kebijakan Work From Anywhere (WFA) dapat membantu menyebarkan pergerakan pemudik agar tidak menumpuk pada satu tanggal.

Dudy mengatakan perhitungan puncak mudik dilakukan berdasarkan pola pergerakan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya, serta proyeksi kalender libur nasional.

“Puncak arus mudik, kalau hitungannya 18 April,” kata Dudy saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurut dia, angka tersebut menjadi acuan awal pemerintah dalam menyiapkan rekayasa lalu lintas, kesiapan moda transportasi, serta pengaturan jadwal operasional di berbagai simpul perjalanan.

Meski demikian, pemerintah berharap lonjakan tersebut tidak terkonsentrasi pada satu hari lantaran adanya kebijakan WFA.

“Tapi dengan WFA kita harapkan puncak itu bisa kita sebar, kita bisa distribusi ke tanggal-tanggal dari mulai hari Jumat,” ujarnya.

Dudy menilai kebijakan kerja fleksibel dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk berangkat lebih awal, sehingga tekanan terhadap jalur darat, bandara, maupun stasiun tidak menumpuk dalam waktu bersamaan.

Dudy juga memprediksi sekitar 144 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H berdasarkan hasil survei nasional, dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

Baca Juga: Warna Cloud Dancer Seperti Apa? Bakal Jadi Tren Baju Lebaran 2026

Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.

Load More