Bisnis / Properti
Rabu, 25 Februari 2026 | 00:25 WIB
Pemerintah akan memperbaiki jalan rusak di jalur mudik minimal 10 hari sebelum Lebaran. [ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/tom]
Baca 10 detik
  • Menhub targetkan perbaikan jalan rusak jalur mudik selesai paling lambat H-10 Lebaran demi keselamatan pemudik motor.
  • Pemerintah pusat berkoordinasi lintas kementerian, khususnya Kemen PU, terkait penyelesaian perbaikan jalan Pantura.
  • Koordinasi melibatkan Pemda untuk menentukan skala prioritas perbaikan infrastruktur jelang pelaksanaan angkutan Lebaran.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah menargetkan perbaikan jalan rusak di jalur mudik selesai paling lambat H-10 Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Dudy mengatakan pemerintah sudah berkoordinasi lintas kementerian untuk memastikan jalur yang akan dilalui pemudik berada dalam kondisi layak sebelum arus mudik dimulai.

“Jadi jalanan rusak, kami sudah berkoordinasi khususnya nanti dengan persiapan Lebaran, kita minta supaya jalan-jalan yang nanti yang akan dilalui oleh para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, dapat diperbaiki,” kata Dudy di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum telah memberi tenggat waktu penyelesaian perbaikan tersebut, terutama di jalur utama Pantai Utara Jawa yang menjadi salah satu lintasan mudik terpadat.

“Dan dari Kementerian PU menjanjikan bahwa paling terlambat itu H-10 itu sudah selesai perbaikannya di Jalan Pantura, dia—atau jalan-jalan yang akan dilalui oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Menurut Dudy, perbaikan jalur mudik menjadi bagian penting dalam persiapan angkutan Lebaran. Pemerintah ingin memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat ditekan.

Ia juga menyinggung pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas perbaikan infrastruktur.

“Ya kita juga harus memahami kondisi anggaran dari Pemda. Jadi itu sebabnya kita membicarakan tidak hanya Pemda, tapi juga dengan Kementerian PU. Kira-kira mana yang menjadi skala prioritas khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan angkutan Lebaran nanti, ya,” ucapnya.

Selama periode mudik, jalur Pantura dikenal menjadi salah satu titik krusial karena dilalui jutaan kendaraan, termasuk pemudik roda dua yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahun.

Baca Juga: Pastikan Keamanan Jalur Mudik Nataru, Kapolri: Tol Dipantau 24 Jam, Rekayasa Lalin Disiapkan

Karena itu, pemerintah menilai kesiapan jalan menjadi faktor penentu keselamatan perjalanan. Perbaikan infrastruktur tidak hanya difokuskan pada jalan nasional, tetapi juga ruas yang menjadi penghubung jalur utama pemudik.

Selain perbaikan jalan, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah pengamanan mudik lainnya, mulai dari pengawasan di posko transportasi hingga penyediaan fasilitas pendukung perjalanan masyarakat.

Load More