- Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara telah menerima 1.000 unit mobil pikap impor dari India di Pelabuhan Tanjung Priok.
- Mobil pikap tersebut akan didistribusikan kepada Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah sesuai izin pemerintah.
- Importir menyatakan kepatuhan pada keputusan negara terkait impor pikap, meskipun menghadapi penolakan dari pihak tertentu.
Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan bahwa telah ada unit mobil impor pikap asal India yang telah datang. Setidaknya, 1.000 unit Pikap itu telah terparkir di Pelabuhan Tanjung Priok.
Setelah itu, Agrinas Pangan akan mendistribusikan mobil pikap ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah-daerah.
"Yang sudah pasti disini yang sudah sampai disini karena kita juga sampai hari ini sudah sudah selesai membangun 1.357 unit," ujar Joao dalam Konferensi Pers di Yodya Tower seperti yang dikutip, Selasa (26/2/2026).
Sayangnya, Ia tidak mengumbar daerah mana saja mobil Pikap itu akan didistribusikan. Akan tetapi, gelombang mobil pikap impor India dari Mahindra dan Tata akan tetap berlangsung selama setahun ini.
"Kalau diizinkan untuk kami suplai," ucapnya.
Sebelumnya, Joao memastikan belum ada keputusan untuk menunda impor pikap sebanyak 105.000 dari India.
Dia menilai, selama ini yang menolak impor pikap adalah pihak individu-individu, bukan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
"Yang menolak ini siapa? karena saya ini kan BUMN. Saya pasti taat kepada pemerintah dan taat kepada pemerintah dan rakyat jadi kami hanya amil kami setia kepada negara dan rakyat tidak kepada individu atau kelompok tertentu," ujarnya saat konferensi pers di Yodya Tower, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Namun, Joao Mota tidak menampik jika memang pemerintah putuskan untuk menghentikan impor pikap, maka dirinya juga akan manut untuk menyetop seluruh impor.
Baca Juga: Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
"Selama negara berpihak mendukung apa yang kami lakukan akan kami laksanakan. Tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko tadi saya sudah sampaikan," ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Joao Mota juga akan meminta pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, untuk memberi penjelasan lebih lanjut alasan impor pikap.
Ia menambahkan, selama ini Sufmi Dasco hanya mendapatkan penjelasan dari satu pihak saja. Dengan adanya, penjelasan dari Agrinas Pangan, maka ada sudut pandang lain yang bisa dipertimbangkan ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis