- Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara mengklaim impor pikap India berpotensi menghemat dana negara sekitar Rp 46,5 triliun.
- Keputusan impor diambil setelah harga pikap 4x4 domestik dinilai terlalu mahal dibandingkan impor dari India.
- Agrinas berencana mengimpor total 105.000 unit pikap dari Mahindra dan Tata untuk kebutuhan KDMP.
Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut impor mobil pikap yang ditentang banyak pihak justru beri penghematan negara.
Dia mengungkapkan, setidaknya dana negara Rp 46,5 triliun bisa dihemat atas aksi Agrinas Pangan untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Joao menjelaskan, aksi impor ini menimbulkan ada selisih harga yang jauh beda antara impor Pikap India dengan stok yang ada di dalam negeri.
"Dengan pengadaan sarana-prasarana ini Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 46.500.000.000.000," ujar Joao, dalam konferensi pers di Yodya Tower yang dikutip Rabu (25/2/2026).
Joao menuturkan, sebelum diputuskan untuk impor, pihaknya berenca membeli mobil pikap dari produsen dalam negeri. Namun, setelah ditengok ke e-catalog, ternyata harga mobil pikap 4x4 di dalam negeri sangat mahal, sekitar Rp 500 juta.
Maka itu, dia akhirnya memilih impor pikap dari produsen India yaitu Mahindra&Mahindra, dan Tata yang diklaimnya lebih murah dan bisa dijangkau para pengelola KDMP.
Setidaknya, Agrinas mengimpor 35,000 unit pikap dari Mahindra. Sedangkan, TATA akan mengirim 70.000 pikap ke Agrinas Pangan.
"Pengehematan yang kami lakukan akan kami kembalikam ke negara. Uang yang kami gunakan itu uang APBN dan itu uang rakyat dan akan kami kembalikan dan kami akan diperiksa sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam akuntansi dan tidak ada satu sen pun yang bisa kita manfaatkan selain daripada dikembalikan sepenuhnya kepada negara itu," bebernya.
Mau Menghadap Dasco
Baca Juga: Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
Sebelumnya, Joao bakal menghadap Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Upaya ini untuk menjelaskan simpang siur impor mobil pikap dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.
Menurutnya, Sufmi Dasco Ahmad belum mendengar penjelasan dari pihak Agrinas Pangan, selaku pelaksana impor mobil pikap tersebut. Harapan Joao, dengan penjelasan itu keputusan impor pikap ini menjadi berimbang.
"Saya akan memintakan waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi. Jadi sekarang saya pun akan mencoba mencari waktu beliau dan saya pasti loyal, setia dan taat itu 100 persen," ucapnya.
Joao bilang, hingga saat ini belum ada keputusan untuk menunda impor pikap sebanyak 105.000 dari India.
Dia menilai, selama ini yang menolak impor pikap adalah pihak individu-individu, bukan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
"Yang menolak ini siapa? karena saya ini kan BUMN. Saya pasti taat kepada pemerintah dan taat kepada pemerintah dan rakyat jadi kami hanya amil kami setia kepada negara dan rakyat tidak kepada individu atau kelompok tertentu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar