Bisnis / Makro
Selasa, 24 Februari 2026 | 19:43 WIB
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Direktur Utama Agrinas Pangan akan menemui Dasco Ahmad untuk menjelaskan rencana impor 105.000 pikap India.
  • Dasco Ahmad meminta penundaan impor pikap tersebut karena menunggu arahan langsung dari Presiden.
  • Pihak Agrinas Pangan menyatakan siap menghentikan impor jika pemerintah atau DPR memutuskan demikian.

Suara.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, bakal menghadap Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Upaya ini untuk menjelaskan simpang siur impor mobil pikap dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, Sufmi Dasco Ahmad belum mendengar penjelasan dari pihak Agrinas Pangan, selaku pelaksana impor mobil pikap tersebut. Harapan Joao, dengan penjelasan itu keputusan impor pikap ini menjadi berimbang.

"Saya akan memintakan waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi. Jadi sekarang saya pun akan mencoba mencari waktu beliau dan saya pasti loyal, setia dan taat itu 100 persen," saat konferensi pers di Yodya Tower, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Mahindra Scorpio (Instagram)

Joao bilang, hingga saat ini belum ada keputusan untuk menunda impor pikap sebanyak 105.000 dari India.

Dia menilai, selama ini yang menolak impor pikap adalah pihak individu-individu, bukan pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

"Yang menolak ini siapa? karena saya ini kan BUMN. Saya pasti taat kepada pemerintah dan taat kepada pemerintah dan rakyat jadi kami hanya amil kami setia kepada negara dan rakyat tidak kepada individu atau kelompok tertentu," bebernya.

Namun, Joao Mota tidak menampik jika memang pemerintah putuskan untuk menghentikan impor tersebut, maka dirinya juga akan manut dan menyetop aktivitas impor.

"Selama negara berpihak mendukung apa yang kami lakukan akan kami laksanakan. Tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko tadi saya sudah sampaikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi serius gelombang kekecewaan publik terkait rencana PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105 ribu kendaraan operasional dari India untuk Koperasi Merah Putih.

Baca Juga: Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih

Dasco menegaskan telah mengirimkan pesan kepada pemerintah agar rencana besar tersebut ditunda untuk sementara waktu.

Ia menjelaskan bahwa penundaan ini diperlukan karena Presiden saat ini masih berada di luar negeri.

Keputusan strategis terkait impor dalam jumlah besar tersebut harus menunggu kepulangan dan arahan langsung dari Presiden.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri. Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut," kata Dasco.

Load More