- Harga emas Antam per gram pada Kamis, 26 Februari 2026, mencapai Rp 3.039.000, naik Rp 16.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga meningkat Rp 16.000, menjadi Rp 2.818.000 per gram, belum termasuk PPh.
- Kenaikan harga emas dunia dipicu ketegangan geopolitik AS-Iran dan ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 26 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.039.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu melonjak lagi Rp 16.000 dibandingkan hari Rabu, 25 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.818.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut melompat Rp 16.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.573.424
- Emas 1 Gram Rp 3.046.598
- Emas 2 gram Rp 6.033.045
- Emas 3 gram Rp 9.024.505
- Emas 5 gram Rp 15.007.425
- Emas 10 gram Rp 29.959.713
- Emas 25 gram Rp 74.773.468
- Emas 50 gram Rp 149.467.738
- Emas 100 gram Rp 298.857.280
- Emas 250 gram Rp 746.877.538
- Emas 500 gram Rp 1.493.544.550
- Emas 1.000 gram Rp 2.987.049.000
Harga Emas Dunia Meroket
Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan awal sesi Asia, Kamis. Mengutip laporan FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran USD 5.165 per troy ounce.
Kenaikan logam mulia ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta ketidakpastian kebijakan tarif AS yang kembali memanas.
Baca Juga: Harga Emas Batangan di Pegadaian Rontok Semua, Bisa Borong Lebih Murah!
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran apabila negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah akan dianggap sebagai target yang sah.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi konflik regional yang lebih luas. Kondisi ini mendorong investor kembali memburu aset safe haven seperti emas.
Pelaku pasar kini menanti kelanjutan pembicaraan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis waktu setempat. Perkembangan dari perundingan tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan emas dalam jangka pendek.
Selain sentimen geopolitik, ketidakpastian kebijakan perdagangan AS juga menjadi faktor pendukung harga emas.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan tarif AS untuk sejumlah negara akan naik menjadi 15 persen atau bahkan lebih tinggi dari tarif baru 10 persen yang telah diberlakukan. Namun, ia tidak merinci negara mana saja yang akan terdampak.
Sebelumnya, Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif besar-besaran yang diumumkan Trump tahun lalu. Meski demikian, Trump merespons dengan menetapkan tarif global 10 persen dan kemudian menaikkannya menjadi 15 persen.
Ketidakjelasan arah kebijakan ini menambah ketidakpastian di pasar global dan turut menopang harga emas.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Januari yang dijadwalkan terbit pada Jumat. Data tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Secara konsensus, PPI utama diperkirakan naik 2,6 persen secara tahunan (YoY) pada Januari, sementara PPI inti diproyeksikan meningkat 3,0 persen YoY.
Apabila data inflasi produsen menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan, Dolar AS berpotensi menguat. Kondisi ini dapat memberikan tekanan terhadap harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, termasuk emas, dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Trading Saham Global Kini Bisa 24 Jam Nonstop
-
Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025, BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun
-
Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Ancam Industri Kretek dan Lapangan Kerja
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI
-
IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan, Cermati Support 8.200
-
Gen Z Terjepit 'Sandwich Generation' Begini Strategi Prudential Siapkan Dana Mapan
-
Studio Toge Productions Pertimbangkan Pergi dari Indonesia Usai Ngaku 'Dipalak' Pajak
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
Mantan Bos GoTo Bongkar Asal-Usul Dana Rp809 M di Sidang Chromebook: Hasil 32 Juta Lembar Saham Baru