- OJK dukung perpanjangan SAL Rp200 T di Himbara untuk perkuat likuiditas dan tekan bunga kredit.
- Perpanjangan durasi penempatan dana dinilai krusial untuk mendukung siklus kredit UMKM.
- Target pertumbuhan kredit 2026 dipatok 10-12% seiring membaiknya kepercayaan konsumen.
Suara.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, memberikan sinyal positif terkait rencana Menteri Keuangan Purbaya untuk memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara).
Langkah strategis ini diyakini mampu mempertebal likuiditas perbankan nasional sekaligus menjadi stimulus bagi penurunan suku bunga kredit yang selama ini dinantikan pelaku usaha.
Dian menjelaskan, tambahan likuiditas dari perpanjangan dana SAL akan secara langsung meningkatkan ketersediaan dana di perbankan. Dampaknya, persaingan antarbank dalam memperebutkan dana pihak ketiga (DPK) menjadi lebih longgar, sehingga tekanan pada suku bunga simpanan berkurang.
"Kalau likuiditas semakin banyak, tentu persaingan dana menjadi turun. Bank tidak perlu lagi menawarkan special rate untuk menarik dana. Secara agregat, biaya dana (cost of fund) dan suku bunga juga sudah menunjukkan tren penurunan," ujar Dian saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Dian mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Purbaya mengenai durasi penempatan dana tersebut. Menurutnya, jangka waktu enam bulan yang sebelumnya direncanakan dinilai kurang efektif untuk memacu pembiayaan, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Pembiayaan, termasuk ke UMKM, tidak mungkin efektif jika hanya enam bulan. Proyek pembiayaan umumnya berjalan minimal satu tahun. Karena itu, perpanjangan ini merupakan langkah yang baik," tegasnya.
Dengan amunisi likuiditas yang melimpah dan suku bunga yang lebih bersahabat, OJK optimistis penyaluran kredit akan melaju kencang tahun ini. OJK mematok target pertumbuhan kredit perbankan di angka optimistis, yakni di kisaran 10 hingga 12 persen.
Dian membocorkan bahwa data awal tahun ini menunjukkan tren yang menggembirakan. "Memang angkanya belum kami publikasikan, tetapi sudah ada kenaikan yang cukup baik pada bulan lalu. Ada sedikit lonjakan, dan ini menjadi sinyal positif," tuturnya.
OJK berharap kombinasi antara likuiditas yang kuat dan meningkatnya kepercayaan konsumen akan menjadi motor penggerak sektor riil, sehingga pelaku UMKM memiliki keberanian untuk kembali melakukan ekspansi usaha.
Baca Juga: Izin Davies Vandy Resmi Dicabut OJK, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis