Bisnis / Makro
Senin, 02 Maret 2026 | 12:57 WIB
Ilustrasi [Antara]

Telkom Indonesia (TLKM), Indosat (ISAT), dan XL Axiata (EXCL) memiliki struktur pendapatan yang berkelanjutan (recurring income).

Sektor ini cenderung mampu menyerap tekanan inflasi karena efisiensi operasional yang terus meningkat melalui teknologi AI dan otomasi.

Meski lebih berisiko karena kenaikan suku bunga (yang terkadang menekan harga saham), perbankan Big Caps di Indonesia memiliki fundamental yang sangat kokoh.

Likuiditas yang melimpah dan margin bunga bersih (Net Interest Margin) yang terjaga membuat mereka tetap tangguh.

Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) sering kali menjadi instrumen pertama yang dibeli kembali oleh investor asing ketika badai geopolitik mulai mereda karena mereka dianggap sebagai representasi ekonomi Indonesia.

DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Analisis mengenai sektor defensive ini disusun berdasarkan data historis dan proyeksi pasar per Maret 2026 di tengah konflik Iran-AS-Israel. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi, baik beli maupun jual, sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More