Bisnis / Energi
Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:58 WIB
Ilustrasi SPBU penjual BBM Pertamina. (pertaminaretail.com)
Baca 10 detik
  • Pertamina mengonfirmasi cadangan BBM nasional aman, berada di kisaran 21–23 hari, menghadapi potensi lonjakan permintaan Ramadan–Idulfitri 2026.
  • Penguatan pasokan energi telah dilakukan perusahaan sebagai mitigasi risiko, menjaga level cadangan terus terisi ulang secara berkelanjutan.
  • Pemantauan stok BBM secara *real-time* memanfaatkan Pertamina Digital Hub untuk mengawasi seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir.

Suara.com - Isu kekhawatiran kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu aksi panic buying di sejumlah daerah dan PT Pertamina (Persero) membuka faktanya.

Perusahaan energi milik negara itu memastikan cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman, bahkan di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan telah melakukan penguatan pasokan energi menjelang periode permintaan tinggi selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Menurutnya, cadangan energi nasional saat ini berada pada kisaran 21 hingga 23 hari, bahkan untuk beberapa jenis produk bisa mencapai 35 hari.

“Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak karena pasokan terus ditambah,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).

Ia menegaskan bahwa angka 21–23 hari bukan berarti stok akan habis setelah periode tersebut. Pertamina terus menjaga level cadangan dengan melakukan pengisian ulang pasokan secara berkelanjutan.

Warga antre untuk mendapatkan BBM di salah satu SPBU di Medan. [Suara.com]

“Ini merupakan langkah mitigasi risiko sekaligus komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Pengawasan Stok BBM Real-Time

Untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga, Pertamina mengandalkan sistem pemantauan digital terintegrasi bernama Pertamina Digital Hub. Platform ini memungkinkan perusahaan memonitor pasokan energi secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir.

Baca Juga: Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM

Melalui sistem tersebut, Pertamina dapat memantau pergerakan kapal pengangkut minyak mentah dan produk BBM, jadwal kedatangan pasokan, hingga proses pengolahan di enam kilang milik perusahaan.

Di sisi hilir, teknologi ini juga memungkinkan pemantauan distribusi BBM secara detail, termasuk pergerakan mobil tangki serta stok bahan bakar di setiap SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini,” jelas Baron.

Menurutnya, sistem tersebut sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi, terutama saat periode mudik Lebaran, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang dapat memengaruhi rantai pasok energi.

Dengan penguatan pasokan dan sistem pengawasan digital tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas distribusi energi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan dan Idulfitri.

Load More