- Pertamina mempertimbangkan harga BBM nonsubsidi usai harga minyak dunia naik akibat penutupan Selat Hormuz.
- Pertamina telah menaikkan harga Pertamax Series dan Dexlite Series per 1 Maret 2026 berdasarkan harga pasar.
- Menteri ESDM memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil meski terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) masih mempertimbangkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah harga minyak mentah dunia melesat imbas pelayaran Selat Hormuz ditutup.
Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, mengatakan perseroan masih melihat perkembangan ke depan sebelum memutuskan kenaikan harga BBM Pertamax series dan Dexlite Series.
"Untuk tarif BBM kedepan ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut. Tentu kami sudah sampaikan bahwa stok untuk Ramadhan dan Idulfitri aman Insyaallah bisa berjalan dengan baik Itu menjadi kewajiban utama kami terlebih dahulu," ujarnya di Graha Pertamina Jakarta, yang dikutip Kamis (4/3/2026).
Baron juga meyakini, stok BBM juga masih mencukupi kebutuhan dalam negeri. Pertamina, menurutnya, akan cari strategi lain dengan berkoordinasi dengan pemerintah untuk pemenuhan pasokan BBM.
"Semua aspek tentu akan jadi pertimbangan di pihak pertandingan," ucapnya.
Namun demikian, ketika ditanya kembali terkait dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi, Baron hanya menegaskan, Pertamina akan melakukan perhitungan kembali.
"Kami masih terus memonitor perkembangannya," ucapnya.
Pertamina sebelumnya telah menaikkan harga BBM nonsubsidi per 1 Maret 2026. Jenis BBM yang mengalami kenaikan diantaranya, Pertamax Series dan Dexlite Series.
Seperti dikutip dari situs resmi Pertamina, untuk wilayah Jabodetabek, harga BBM Pertamax mengalam kenaikan Rp 500 dari Rp 11.800 per liter menjadi Rp 12.300 per liter.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
Sedangkan, harga BBM Pertamax Turbo juga ikut melonjak Rp 400 menjadi Rp 13.100 per liter. Kemudian, harga Pertamax Green meroket Rp 450 menjadi Rp 12.900 per liter.
Selanjutnya, dari sisi solar nonsubsidi harga Dexlite melambung Rp 950 menjadi Rp 14.200 per liter. Lalu, harga Pertamina Dex juga naik Rp 1.000 menjadi Rp 14.500 per liter.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah. Perang yang terjadi antara Amerika Serikat, serta Israel dengan Iran mengakibatkan harga minyak melambung tinggi.
Bahlil menjelaskan bahwa harga BBM di Indonesia terbagi dua, BBM bersubsidi dan nonsubsidi.
"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapapun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah," kata Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (3/3/2026).
Sementara untuk BBM non-subsidi harga jualnya bersifat fluktuatif mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia. "Berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya," jelas Bahlil.
Untuk itu Bahlil memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi. "Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, Insya Allah belum ada kenaikan harga BBM," kata Bahlil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!
-
Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!
-
Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta
-
Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing
-
BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
-
Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan
-
IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini
-
Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri
-
Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah