- Bank Jago rilis 'Berkantong Royong', sulap tirai warteg jadi lahan iklan UMKM di Ramadan 2026.
- Ratusan UMKM dari Jakarta-Bali kolaborasi gunakan fitur Kantong Bersama untuk kelola dana transparan.
- Inisiatif ini dorong inklusivitas digital dan sinergi ekonomi lokal di ekosistem Jago Syariah.
Suara.com - Pemandangan tirai atau gorden yang menutupi warung makan selama siang hari di bulan Ramadan kini tak lagi sekadar simbol toleransi. Di tangan PT Bank Jago Tbk, kain penutup tersebut bertransformasi menjadi papan iklan kreatif yang menghubungkan ekosistem UMKM melalui kampanye ‘Berkantong Royong’.
Memasuki Ramadan 2026, Bank Jago meluncurkan inisiatif unik yang memanfaatkan fitur Kantong Bersama. Program ini memfasilitasi pemilik kedai nasi—seperti Warteg—dengan pelaku usaha lokal lainnya untuk saling mempromosikan produk di atas tirai penutup toko.
Michael Hartawan, Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, mengungkapkan bahwa gerakan ini adalah upaya menciptakan ruang kolaborasi yang nyata di tengah momentum bulan suci.
"Kami ingin menghadirkan semangat Ramadan sebagai momen penuh berkah. Dengan menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk saling mendukung, inisiatif ini sejalan dengan visi kami memperluas kesempatan tumbuh bagi berjuta orang," ujar Michael dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Program ini melibatkan ratusan usaha lokal dari Jakarta hingga Bali. Tak main-main, nama-nama populer seperti Sunyi Coffee, Futago, Toko Kopian, hingga jaringan Warteg Rio dan Warteg Agung ikut ambil bagian.
Menariknya, kampanye ini menyentuh sisi inklusivitas. Sunyi Coffee, yang memberdayakan penyandang disabilitas, melihat program ini sebagai penguat visi bisnis mereka.
"Program Berkantong Royong menjadi pengingat bahwa meski tantangan usaha lokal berat, kita bisa saling menopang," kata Mario Gultom, pemilik Sunyi Coffee.
Senada dengan Mario, Sri Yuniati, pemilik Warteg Agung 2 Gandaria, mengaku terbantu dalam mengenal teknologi digital. "Bagi saya, Bank Jago bukan sekadar aplikasi, tapi partner yang membantu mengelola keuangan lebih praktis dan modern," tuturnya.
Di balik kolaborasi visual di lapangan, terdapat mesin penggerak berupa ekosistem keuangan digital yang solid. Fitur Kantong Bersama di aplikasi Jago dan Jago Syariah menjadi kunci transparansi antara pemasang iklan dan pemilik kedai.
Baca Juga: Cara Hemat Pulang Kampung Tanpa Bikin Dompet Bolong
Melalui fitur ini, pengelolaan dana promosi berjalan lebih rapi. Kedua belah pihak dapat memantau transaksi secara bersama-sama, sehingga meminimalisir risiko konflik keuangan yang sering menjadi hambatan klasik dalam bisnis kolaboratif.
"Harapannya, Kantong Bersama bisa menjadi solusi harian bagi pelaku usaha agar lebih tangguh dan berdaya tumbuh melalui kolaborasi keuangan yang sehat," pungkas Michael.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter