- Menteri Keuangan Purbaya memprediksi beban subsidi BBM akan bertambah jika konflik Timur Tengah menaikkan harga minyak dunia secara berkelanjutan.
- Pemerintah akan mengamati dampak kenaikan harga minyak selama satu bulan ke depan sebelum memutuskan kebijakan terkait subsidi BBM.
- Saat ini, Menteri Keuangan memastikan bahwa harga BBM di dalam negeri sementara waktu tidak akan mengalami kenaikan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal peluang kenaikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) imbas penutupan Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menkeu Purbaya mengakui kalau Pemerintah kemungkinan bakal menambah beban subsidi BBM apabila harga minyak terus naik imbas konflik geopolitik di Timur Tengah itu.
Hanya saja, subsidi bisa membengkak kalau harga minyak dunia yang tembus 100 Dolar AS per Barel itu terus berlangsung selama setahun penuh. Jika bisa turun ke 50 Dolar AS per Barel, maka beban subsidi kemungkinan tidak signifikan.
"(Subsidi) Akan naik otomatis, tapi kan asumsi kita setahun penuh. Kalau sekarang 100 (Dolar AS per Barel), habis itu jatuh ke 50 (Dolar AS per Barel), rata-rata kan bisa sama dengan kemarin," kata Purbaya saat sidak di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (10/3/2026).
Bendahara Negara lalu meminta publik untuk tidak buru-buru mengkritik Pemerintah soal kondisi ekonomi. Ia akan mengamati sebulan ke depan untuk melihat efek kenaikan harga minyak sebelum mengambil kebijakan.
Bahkan Purbaya mengklaim kalau dirinya cukup pintar untuk memutuskan apa yang terjadi selanjutnya. Lebih lagi Indonesia pernah mengalami kenaikan harga minyak.
"Jadi jangan terlalu cepat-cepat, oh judge ini, judge itu. Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan kita prediksi harga minyak seperti apa. Sehingga kita bisa mengambil Kebijakan yang pas," beber dia.
"Anda percaya saja, saya cukup pintar kok. Kita sudah ngalamin harga minyak tinggi beberapa kali, kan banyak. Enggak hancur harganya kan? Kenapa? Karena kebijakannya pas," lanjutnya lagi.
Purbaya juga memastikan subsidi BBM sejauh ini tidak akan terganggu. Dengan demikian, harga BBM untuk sementara waktu tidak akan naik.
Baca Juga: Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM. Dalam pengertian, naikin harga BBM. Karena kita lihat seperti apa kondisinya," imbuhnya.
"Jadi kita lihat apakah itu bagus atau jelek ke ekonomi. Tapi sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup," jelas dia.
Berita Terkait
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
-
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
-
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
-
Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
-
Purbaya Sidak Tanah Abang, Bantah Klaim Ekonom soal Indonesia Masuk Resesi-Krisis
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju
-
OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional
-
Masuk Tahun Ketiga, CFX Fokus Perkuat Pilar Kepercayaan Industri Kripto Nasional
-
Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai