Suara.com - Transformasi TLKM 30 merupakan agenda reformasi menyeluruh yang dijalankan Telkom sebagai upaya untuk terus memperkuat fundamental bisnis. Tahun 2026 menjadi momentum eksekusi bagi Telkom dalam membuktikan implementasi strategi tersebut, yang mencakup penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), restrukturisasi dan streamlining anak usaha, serta pembentukan strategic holding guna mendorong operational excellence dan unlocking value dari aset yang dimiliki TelkomGroup.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini pada agenda TelkomGroup Business Update yang diselenggarakan di Jakarta, pada Jumat (6/3). Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, dan Direktur Human Capital Management Willy Saelan.
TLKM 30 dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga tahun 2030 untuk meningkatkan kinerja sekaligus daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital yang berdaya saing global. Melalui inisiatif ini, Telkom melakukan penataan portofolio bisnis secara lebih terarah serta memperkuat praktik tata kelola perusahaan agar setiap lini bisnis dapat berkembang optimal dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan.
Transformasi TLKM 30 juga sejalan dengan agenda total governance reset pada pengelolaan BUMN yang didorong oleh misi Danantara, dengan menekankan penguatan praktik tata kelola yang transparan, prudent, serta disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan. Upaya tersebut mencakup normalisasi dan peningkatan kualitas aset, praktik pengeluaran yang akuntabel, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat dan wajar.
Dalam implementasinya, Telkom mendorong peningkatan operational excellence melalui penguatan disiplin, perbaikan proses bisnis, serta pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Hal ini juga didukung oleh transformasi budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai.
Langkah-langkah tersebut mengakselerasi efisiensi pengelolaan sumber daya sehingga fundamental bisnis Telkom semakin solid utamanya di tengah tantangan ketidakpastian global dan kebutuhan akan kemandirian infrastruktur digital. Sebagai perusahaan yang dual listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom juga senantiasa memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia maupun di Amerika Serikat.
Sejumlah progres transformasi mulai terlihat sejak implementasi TLKM 30 pada pertengahan tahun lalu. Salah satunya adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia sebagai langkah pertama unlocking value pada bisnis infrastruktur digital.
InfraNexia akan fokus mengembangkan bisnis fiber sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, entitas ini diharapkan menjadi salah satu engine of growth baru bagi TelkomGroup. Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lainnya, termasuk bisnis data center dan tower melalui NeutraDC dan Mitratel.
Baca Juga: TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Masuk Fullerton Health
Sebagai bagian dari langkah transformasi, Telkom juga menjalankan streamlining melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkup TelkomGroup. Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai entitas anak usaha guna memastikan fokus pada core business di sektor telekomunikasi dan digital, sekaligus menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.
Implementasi awal dari upaya streamlining tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah dilakukan oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) menuju divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anak usahanya TelkoMedika yang bergerak di bidang third party administrator pada sektor kesehatan sebagai bentuk penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup.
Pada saat yang sama, Telkom turut memperkuat peran perusahaan sebagai strategic holding. Dalam model ini, Telkom berfokus pada fungsi value creation dan governance oversight, sementara operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama pada masing-masing lini usaha.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan perusahaan ke depan, yakni B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, serta International Business.
Melalui struktur ini, Telkom berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus yang lebih tajam sekaligus mampu bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.
“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham, melalui peningkatan nilai dan dividen. Pada saat yang sama, dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” tutup Dian. ***
Berita Terkait
-
Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
-
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
-
Mudik Gratis 2026: Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Kalang Kabut! Purbaya Terhimpit, Bahlil Terjepit
-
Efek Ramadan, Penjualan Eceran Februari 2026 Diproyeksi Naik 4,4 Persen
-
Mengapa Konsumen Indonesia Tetap Optimistis saat Konflik Timur Tengah Bikin Dunia Gelisah?
-
Bahagia Terima BHR, Pengemudi Ojol: Bisa Buat Keperluan Anak
-
Pemerintah: Harga BBM Tidak Akan Naik hingga Lebaran
-
Jadwal dan Rute Jalan Tol Diskon selama Mudik dan Arus Balik 2026
-
THR Sudah Cair? Begini Cara Kelolanya Agar Dompet Gak Kiamat Usai Lebaran
-
Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaran Wara-wiri Mudik di Jalan Tol
-
Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM 21 Hari Cukup: Seperti Tandon, Sebelum Habis Sudah Diisi Lagi
-
Fitch Ratings Revisi Prospek 8 Perusahaan Indonesia ke 'Negatif'