Bisnis / Makro
Rabu, 04 Maret 2026 | 22:19 WIB
Telkom Indonesia (Foto:Telkom)
Baca 10 detik
  • PT Telkom Indonesia menetapkan peta jalan untuk mewujudkan kedaulatan kecerdasan buatan (sovereign AI) di Indonesia pada tahun 2028.
  • Tujuan utama Telkom adalah membangun pusat data dan model AI nasional sendiri untuk mengamankan data warga negara.
  • Pada tahun 2027, Telkom akan mulai mengembangkan dan mengintegrasikan solusi AI khusus untuk sektor industri B2B.

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan peta jalan atau roadmap teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) Indonesia. Mereka berambisi membangun kedaulatan atau sovereign AI di 2028.

Executive General Manager Digital Product PT Telkom Indonesia Tbk, Komang Budi Aryasa menjelaskan kalau saat hampir semua negara memperebutkan data di tengah tensi global luar biasa.

Menurutnya, Telkom selaku perusahaan milik negara khawatir apabila Indonesia tidak membangun sovereign AI sendiri, maka data warga akan tersebar di mana-mana.

"Nah di 2028 kita berencana untuk bagaimana akan sovereign AI Indonesia ini terwujud," katanya dalam Media Briefing, dikutip Kamis (4/3/2026).

Berangkat dari sana, Telkom mulai merencanakan bagaimana data pribadi bisa ditampung dalam pusat data atau data center buatan dalam negeri.

Ia mencontohkan kalau model AI tersebut tidak sama dengan yang dimiliki perusahaan asing seperti Facebook dengan Llama, Google Gemini, OpenAI lewat ChatGPT, hingga Microsoft dengan Copilot.

Executive General Manager Digital Product PT Telkom Indonesia Tbk, Komang Budi Aryasa. [Suara.com/Dicky Prastya]

"Bagaimana kita, sovereign AI kita punya model sendiri pada saat kita melayani vertikal itu," lanjutnya.

Untuk tahap awal, Telkom masih menerapkan teknologi AI secara masif di internal perusahaan. Sedangkan untuk eksternal, Komang menyebut Telkom akan menggandeng lembaga Pemerintah agar mengintegrasikan produk AI dalam platform mereka.

Sedangkan di 2027, Telkom akan mengembangkan layanan AI ke vertikal industri seperti sektor kesehatan, pendidikan, ritel, hingga manufaktur. Hanya saja tiap sektor akan dikembangkan teknologi berbeda, tergantung kebutuhan tiap industri.

Baca Juga: Teknologi Reverse Osmosis dan Food Rescue Warnai Ramadhan di Jakarta

"Jadi di 2027 kita akan masuk ke industri-industri vertikal tersebut untuk bisa men-deliver solusi AI di B2B, karena B2B itu seperti kita tahu, itu sangat berbasis tactical," jelasnya.

Load More