- IHSG menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke level 7.440 pada Selasa, 10 Maret 2026, didorong harapan meredanya konflik Timur Tengah.
- Penguatan sektor basic materials menjadi pendorong utama IHSG, sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang juga ditutup positif.
- Sentimen domestik positif mencakup surplus perdagangan Tiongkok dan peningkatan penjualan ritel Indonesia Januari 2026 sebesar 5,7 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menghijau pada akhir perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Hal ini setelah digempur perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dengan Iran.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke level 7.440 pada penutupan perdagangan hari ini.
Dari sisi sektoral, sektor basic materials menjadi pendorong utama penguatan dengan kenaikan 4,86 persen, menjadikannya sektor dengan kinerja paling kuat sepanjang perdagangan.
Penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang ditutup menguat. Sentimen positif datang dari harapan meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer AS di Iran telah mendekati tahap akhir dan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Sebelumnya, konflik tersebut diperkirakan dapat berlangsung selama empat hingga lima minggu.
Dari kawasan Asia, pasar juga mencermati data perdagangan Tiongkok. Negara tersebut mencatat surplus perdagangan sebesar USD 213,62 miliar pada dua bulan pertama 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar USD 196,6 miliar.
Angka tersebut menambah perhatian pasar menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada akhir Maret mendatang untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.
Sementara dari dalam negeri, penguatan IHSG juga didorong oleh sejumlah sentimen ekonomi. Salah satunya adalah data penjualan ritel Indonesia yang meningkat 5,7 persen secara tahunan (year-on-year) pada Januari 2026, naik dari 3,5 persen pada Desember 2025.
Kenaikan tersebut mencerminkan masih berlanjutnya momentum konsumsi rumah tangga di awal tahun.
Baca Juga: IHSG Naik Tipis di Sesi I, 460 Saham Melonjak
Selain itu, pasar juga merespons positif kebijakan pemerintah yang memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan peninjauan kebijakan masih berlangsung untuk menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Trafik Pedagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 33,46 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 19,11 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,98 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 556 saham bergerak naik, sedangkan 203 saham mengalami penurunan, dan 199 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, INPC, LRNA, NETV, ALKA, DWGL, HDFA, APLN, BABY, AMAN, VISI, BRMS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SHID, INDS, SKBM, FITT, MKAP, RONY, SOTS, CBUT, BSIM, DMMX, ZARA, INPS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket
-
AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar
-
Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
-
Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!
-
PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen
-
BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726
-
Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram