- IHSG ditutup menguat pada sesi I, Selasa (10/3/2026), mencapai level 7.389 dengan kenaikan 0,711 persen.
- Indikator teknikal MACD masih negatif, namun Stochastic RSI mengindikasikan potensi pergerakan teknikal setelah tekanan sebelumnya.
- Perdagangan sesi I mencatat nilai transaksi Rp 10,58 triliun, dengan 460 saham menguat dan 244 saham melemah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi I, Selasa (10/3/2026. Penguatan ini terjadi setelah indeks bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan paruh pertama hari ini.
IHSG naik 52,147 poin atau 0,711 persen ke level 7.389 pada penutupan sesi I.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, secara teknikal, pergerakan IHSG masih menunjukkan sejumlah sinyal yang perlu dicermati pelaku pasar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih membentuk histogram negatif, yang menandakan tekanan masih membayangi pergerakan indeks.
Di sisi lain, indikator Stochastic RSI saat ini berada pada area oversold. Kondisi ini mengindikasikan potensi terjadinya pergerakan teknikal setelah sebelumnya indeks mengalami tekanan.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak terbatas pada perdagangan sesi II hari ini.
"Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 7.375–7.400 pada perdagangan Sesi II Selasa (10/3)," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Pelaku pasar saat ini juga masih mencermati berbagai sentimen global, termasuk perkembangan geopolitik serta pergerakan pasar keuangan internasional yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 20,31 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,58 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,22 juta kali.
Baca Juga: Harga BUMI Meroket Usai Sahamnya Rontok Kemarin, Ini Penyebabnya
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 460 saham bergerak naik, sedangkan 244 saham mengalami penurunan, dan 254 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, DEFI, LRNA, ALKA, BESS, YELO, NETV, MBMA, APLN, BABY, INPC, HDFA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RMKO, INDS, FITT, RONY, SHID, SKBM, CBUT, SOTS, MKAP, RANC, BSIM.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
Terkini
-
IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
-
Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket
-
AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar
-
Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
-
Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!
-
PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen
-
BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia