- Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 11 Maret 2026, adalah Rp 3.087.000, naik Rp 40.000 dari hari sebelumnya.
- Harga beli kembali emas Antam naik Rp 45.000 menjadi Rp 2.847.000 per gram, belum termasuk PPh 0,45 persen atau 0,9 persen.
- Harga emas dunia stabil di sekitar USD 5.190 per ons setelah muncul sinyal meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 11 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.087.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu naik Rp 40.000 dibandingkan Selasa, 10 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.847.000 per gram.
Harga buyback itu juga lompat tinggi Rp 45.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.597.484
- Emas 1 Gram Rp 3.094.718
- Emas 2 gram Rp 6.129.285
- Emas 3 gram Rp 9.168.565
- Emas 5 gram Rp 15.248.025
- Emas 10 gram Rp 30.440.913
- Emas 25 gram Rp 75.976.468
- Emas 50 gram Rp 151.873.738
- Emas 100 gram Rp 303.669.280
- Emas 250 gram Rp 758.907.538
- Emas 500 gram Rp 1.517.604.550
- Emas 1.000 gram Rp 3.035.169.000
Harga Emas Dunia Stabil
Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan awal Asia, Rabu. Logam mulia tersebut bertahan di dekat level USD 5.190 per ons setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip laporan FXStreet, stabilnya harga emas terjadi setelah muncul sinyal potensi meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sempat mengguncang pasar global.
Baca Juga: Harga Emas Rabu Ini Naik di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Meroket
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran akan segera berakhir. Namun, ia tidak memberikan batas waktu yang jelas mengenai kapan serangan tersebut akan dihentikan.
Komentar terbaru Trump terkait konflik di Timur Tengah turut menekan harga minyak sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini memberikan dukungan terhadap pergerakan emas sebagai salah satu aset lindung nilai.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa apabila serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut, Iran berpotensi memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut.
Di sisi lain, Trump juga menegaskan bahwa Iran akan menghadapi respons keras dari Amerika Serikat jika melakukan tindakan yang mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz.
Setiap tanda peningkatan ketegangan atau potensi konflik berkepanjangan di Iran dinilai dapat mendorong kenaikan harga aset safe haven tradisional seperti emas.
Selain faktor geopolitik, investor juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Februari diperkirakan menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar.
Secara konsensus, CPI utama diproyeksikan meningkat 2,4 persen secara tahunan (year-on-year) pada Februari. Sementara itu, CPI inti diperkirakan naik 2,5 persen pada periode yang sama.
Apabila data inflasi tersebut keluar lebih kuat dari perkiraan, kondisi ini berpotensi mendorong penguatan Dolar AS. Dampaknya, harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar, termasuk emas, bisa mengalami tekanan dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
-
Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape