- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan aktivitas ekonomi Indonesia menguat sejak Q4 2025 berlanjut ke 2026.
- MSI Februari 2026 mencapai 360,7 didorong konsumsi dan mobilitas, menunjukkan daya beli membaik signifikan.
- Penjualan ritel tumbuh 6,9% yoy dan PMI Manufaktur mencapai 53,8% menunjukkan konsumsi rumah tangga solid.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan aktivitas ekonomi maupun optimisme masyarakat Indonesia makin kuat di awal tahun 2026. Tren positif pertumbuhan ekonomi ini dianggapnya berlanjut sejak triwulan IV (Q4) 2025 lalu.
"Indikator sektor riil menunjukkan aktivitas ekonomi berbalik menguat awal triwulan empat 2025 dan berlanjut pada tahun 2026. Ini memperkuat akunivisi masyarakat serta menopang pertumbuhan ekonomi," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Bukti pertama, Purbaya menjabarkan Mandiri Spending Index (MSI) yang memperlihatkan belanja masyarakat jelang Ramadan mencapai 360,7 per Februari 2026. Kenaikan ini didorong konsumsi consumer goods, pendidikan, hingga mobilitas.
"Jadi memang dari sini daya beli masyarakat sepertinya terus membaik dan menguat," lanjutnya.
Kedua, penjualan ritel tumbuh positif mencapai 6,9 persen secara year on year (yoy). Begitu pula indeks keyakinan konsumen (IKK) bertahan di level 125,2 persen.
"Ini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap solid dan ekspektasi masyarakat tetap optimis," imbuhnya.
Ketiga, kinerja industri otomotif melanjutkan tren positif di Februari 2026. Penjualan mobil meningkat 12,2 persen yoy, sedangkan penjualan motor naik 1 persen.
Keempat, sektor manufaktur juga disebut makin kuat. Purchasing Managers' Index atau PMI Manufaktur mencapai 53,8 persen di Februari 2026, yang disebutnya tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong akselerasi permintaan domestik dan pulihnya permintaan ekspor.
"Jadi memang ada perbaikan yang nyata di ekonomi. Ekonomi sedang mengalami masa ekspansi dalam posisi yang kuat kalau kita harus menghadapi gejolak negatif atau dampak negatif dari gejolak perekonomian global. Jadi teman-teman enggak usah takut, kita bisa mengendalikan dampak negatif dengan baik ke depan. Kenapa? Karena posisi kita sekarang dari posisi yang kuat," pungkasnya.
Baca Juga: Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
Berita Terkait
-
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
-
Purbaya Terburu-buru! Mendadak Prabowo Minta Para Menteri Kumpul di Danantara Sore Ini, Ada Apa?
-
Purbaya Buka-bukaan Soal Tekor APBN 2026: Ya Memang Kita Desain Defisit
-
Zulhas Targetkan 30 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi Juni 2026, Purbaya Diminta Lakukan Ini
-
Bersih-bersih 'Geng' Pajak, Menkeu Purbaya Mutasi 2.043 Pegawai DJP: Yang Nakal Kita Singkirkan!
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Terima Laporan Satu Tahun Danantara, Prabowo: Semoga Bukan Laporan Palsu!
-
Purbaya Klaim Inflasi Tetap Terkendali Jelang Lebaran, Bantah Ekonomi RI Kepanasan
-
Purbaya Buka-bukaan Ungkap Efek Perang AS vs Iran ke Ekonomi RI
-
Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia
-
BRI Siapkan 175 Bus Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026, Pastikan Mudik Lancar dan Aman
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Kementerian ESDM: Pengujian B50 Diprediksi Rampung Maret Ini
-
DPR Sepakat Tunjuk Friderica Widyasari Sari Jadi Ketua DK OJK
-
PLTS Terapung Karangkates Siap Pasok Listrik 100 Ribu Rumah
-
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?