Bisnis / Keuangan
Minggu, 15 Maret 2026 | 19:43 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang merupakan bagian dari Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE).
Baca 10 detik
  • Investasi energi bersih menjanjikan karena kebutuhan global akan energi rendah emisi mendorong minat investor muda.
  • PGE menyatakan potensi panas bumi Indonesia sangat besar sekitar 24 GW, menjadikannya peluang investasi jangka panjang.
  • BEI dan OJK menekankan pentingnya investasi saham untuk melawan inflasi dan perlunya literasi keuangan sebelum berinvestasi.

Suara.com - Prospek investasi di sektor energi bersih dinilai semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap sumber energi rendah emisi. Kondisi ini membuka peluang bagi investor, termasuk generasi muda, untuk mulai melirik saham perusahaan yang bergerak di sektor energi baru terbarukan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Youth Seminar bertema “Meraup Cuan dari Saham Energi” yang digelar oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Manager Partnership & Portfolio Management PGE, Lufan Nassya Faswara mengatakan sektor energi, khususnya energi baru terbarukan, memiliki prospek jangka panjang yang kuat.

"Panas bumi merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia sekitar 24 GW. Letak geologi Indonesia yang berada di jalur gunung api aktif menjadikan sumber daya geothermal sangat melimpah dan prospektif untuk dikembangkan sebagai energi bersih sekaligus peluang investasi jangka panjang," ujarnya seperti dikutip Minggu (15/3/2026).

Salah Satu Aset PGE/ist

Menurutnya, meningkatnya komitmen global dalam menurunkan emisi karbon turut mendorong kebutuhan terhadap sumber energi yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, geothermal memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten dengan tingkat kapasitas pemanfaatan yang tinggi.

Dari sisi pasar modal, Vice Director of Research BEI, Verdi Ikhwan menilai investasi saham menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai uang dari dampak inflasi.

“Investasi menjadi penting karena inflasi terus terjadi setiap tahun. Dengan berinvestasi, nilai uang dapat berkembang dan tidak tergerus oleh kenaikan harga. Jika dilakukan secara disiplin, investasi saham dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang melalui efek compounding,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Jawa Barat, Herlina Hayati mengingatkan pentingnya literasi keuangan sebelum mulai berinvestasi, terutama bagi mahasiswa yang baru mengenal pasar modal.

“Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami kondisi keuangan, risiko, serta tujuan investasi. Keputusan investasi harus dilakukan secara bijak dan terencana agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Baca Juga: Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More