- Investasi energi bersih menjanjikan karena kebutuhan global akan energi rendah emisi mendorong minat investor muda.
- PGE menyatakan potensi panas bumi Indonesia sangat besar sekitar 24 GW, menjadikannya peluang investasi jangka panjang.
- BEI dan OJK menekankan pentingnya investasi saham untuk melawan inflasi dan perlunya literasi keuangan sebelum berinvestasi.
Suara.com - Prospek investasi di sektor energi bersih dinilai semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap sumber energi rendah emisi. Kondisi ini membuka peluang bagi investor, termasuk generasi muda, untuk mulai melirik saham perusahaan yang bergerak di sektor energi baru terbarukan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Youth Seminar bertema “Meraup Cuan dari Saham Energi” yang digelar oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Manager Partnership & Portfolio Management PGE, Lufan Nassya Faswara mengatakan sektor energi, khususnya energi baru terbarukan, memiliki prospek jangka panjang yang kuat.
"Panas bumi merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia sekitar 24 GW. Letak geologi Indonesia yang berada di jalur gunung api aktif menjadikan sumber daya geothermal sangat melimpah dan prospektif untuk dikembangkan sebagai energi bersih sekaligus peluang investasi jangka panjang," ujarnya seperti dikutip Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, meningkatnya komitmen global dalam menurunkan emisi karbon turut mendorong kebutuhan terhadap sumber energi yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, geothermal memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten dengan tingkat kapasitas pemanfaatan yang tinggi.
Dari sisi pasar modal, Vice Director of Research BEI, Verdi Ikhwan menilai investasi saham menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai uang dari dampak inflasi.
“Investasi menjadi penting karena inflasi terus terjadi setiap tahun. Dengan berinvestasi, nilai uang dapat berkembang dan tidak tergerus oleh kenaikan harga. Jika dilakukan secara disiplin, investasi saham dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang melalui efek compounding,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Jawa Barat, Herlina Hayati mengingatkan pentingnya literasi keuangan sebelum mulai berinvestasi, terutama bagi mahasiswa yang baru mengenal pasar modal.
“Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami kondisi keuangan, risiko, serta tujuan investasi. Keputusan investasi harus dilakukan secara bijak dan terencana agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Baca Juga: Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen
-
BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726
-
Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram
-
Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia
-
IHSG Terbang Pagi Ini Setelah Perang AS-Usai, Pantau Saham AMMN dan DEWA
-
Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya
-
Emiten HGII Tebar Dividen Buat Pemegang Saham, Berapa Besarannya?