- Ketiadaan perusahaan IPO sepanjang kuartal I 2026 belum berdampak signifikan pada kinerja pasar modal saat ini.
- Rata-rata nilai transaksi harian BEI masih kuat, berkisar Rp30 triliun, didorong emiten yang sudah ada.
- Aktivitas transaksi lebih dipengaruhi oleh saham tercatat dan sentimen pasar daripada penambahan emiten baru.
Suara.com - Belum adanya daftar perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau initial public offering (IPO) sepanjang kuartal I 2026 belum berpengaruh pada kinerja pasar modal.
Pasalnya, awal tahun hingga pertengahan Maret 2026 dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal.
Analis Ekonomi Divisi Riset BEI Anita Kezia mengatakan nilai transaksi di bursa saat ini masih relatif kuat meskipun belum ada penambahan emiten baru.
"Kalau ditanya apakah ada dampak yang signifikan, jawabannya relatif tidak. Karena dengan perusahaan tercatat yang sudah ada sekarang, rata-rata nilai transaksi harian kita sebenarnya masih tumbuh cukup signifikan," ujar Anita dalam edukasi Wartawan BEI dikutip Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di BEI saat ini masih berada di kisaran Rp30 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan saham tetap berjalan cukup aktif meski belum ada IPO baru pada awal tahun ini.
"Walaupun di kuartal I ini belum ada IPO, kita melihat bahwa RNTH-nya masih oke, masih terjaga bahkan mungkin meningkat signifikan,” kata dia.
Anita menjelaskan, secara umum pergerakan nilai transaksi di BEI lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan saham dari perusahaan yang sudah tercatat serta sentimen pasar yang berkembang.
Dengan kata lain, keberadaan IPO bukan menjadi faktor penentu utama yang menentukan tinggi rendahnya transaksi di bursa.
"Nilai transaksi di BEI memang lebih banyak dipengaruhi aktivitas perdagangan saham yang sudah tercatat dan juga sentimen pasar yang terjadi,” jelasnya.
Baca Juga: IHSG Amblas 5,91 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut ke Rp12.678 Triliun
Meski demikian, Anita mengakui dampak IPO terhadap transaksi juga bergantung pada ukuran atau sizing perusahaan yang melantai di bursa.
IPO dari perusahaan besar berpotensi memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap likuiditas pasar dibandingkan perusahaan dengan skala lebih kecil.
"Kadang-kadang ada perusahaan yang kecil, menengah, atau besar. Jadi pengaruhnya juga tergantung ukuran perusahaan yang melakukan IPO," ujarnya.
Meskipun hingga pertengahan Maret 2026 belum terdapat IPO baru, aktivitas perdagangan di BEI masih tetap terjaga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasar saham domestik saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti sentimen global, kondisi ekonomi domestik, serta pergerakan saham-saham unggulan di bursa.
Ke depan, BEI tetap menargetkan penambahan emiten baru melalui IPO sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar modal dan memperluas pilihan investasi bagi investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga