Bisnis / Ekopol
Senin, 16 Maret 2026 | 07:04 WIB
Trump [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden Trump mendesak sekutu NATO, China, dan Jepang mendukung operasi militer pembukaan Selat Hormuz segera.
  • Trump menyatakan masa depan aliansi akan buruk jika sekutu tidak mendukung pengamanan jalur minyak Teluk vital tersebut.
  • Ia secara khusus meminta kapal penyapu ranjau Eropa, mengkritik Inggris menolak bantuan hingga ancam menunda kunjungan ke Beijing.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara sekutunya, termasuk anggota NATO, China, dan Jepang, untuk segera bergabung dalam upaya militer membuka kembali Selat Hormuz.

Dikutip dalam laporan Financial Times (FT), Trump menegaskan bahwa jika sekutu tidak memberikan dukungan nyata dalam "usaha tim" ini, masa depan aliansi NATO akan berada dalam posisi yang "sangat buruk."

Trump menekankan bahwa negara-negara Eropa dan China memiliki ketergantungan energi yang jauh lebih besar terhadap minyak dari kawasan Teluk dibandingkan Amerika Serikat.

Ia merasa tidak adil jika beban pengamanan jalur vital tersebut—tempat melintasnya seperlima minyak dunia—hanya dipikul oleh AS dan Israel.

"Sangat tepat jika mereka yang menjadi penerima manfaat dari Selat tersebut membantu memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," ujar Trump.

Ia secara spesifik menuntut sekutu untuk mengirimkan kapal penyapu ranjau (minesweeper), yang saat ini lebih banyak dimiliki oleh negara-negara Eropa dibandingkan AS.

Ucapan Trump cukup mengejutkan setelah sebelumnya Trump dengan percaya diri bahwa AS sudah memenangkan perang melawan Iran dan mengklaim tidak membutuhkan bantuan dari pihak lain.

Kekecewaan Terhadap NATO dan Inggris

Presiden AS ini secara terbuka menyatakan pesimismenya terhadap kesiapan sekutu. Ia membandingkan situasi ini dengan dukungan AS terhadap Ukraina yang jaraknya ribuan mil.

Baca Juga: Iran Ungkap Dapat Dukungan Militer Rusia dan China untuk Hadapi Israel-AS

"Kami telah sangat baik kepada mereka. Kami tidak harus membantu mereka dengan Ukraina... Tapi kami membantu mereka. Sekarang kita lihat apakah mereka membantu kita," keluh Trump.

Trump secara khusus melontarkan kekecewaan terhadap Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.

Menurut Trump, Inggris sempat menolak ketika dimintai bantuan awal, namun baru menawarkan dua kapal setelah kapasitas militer Iran dinilai sudah "dihancurkan" oleh AS dan Israel.

"Kami butuh kapal-kapal ini sebelum kami menang, bukan setelah kami menang," tambah Trump.

Trump juga menekan China untuk berkontribusi sebelum pertemuan puncak antara dirinya dengan Presiden Xi Jinping di Beijing akhir bulan ini.

Trump mengklaim China mendapatkan 90 persen pasokan minyaknya dari Selat Hormuz. Ia bahkan mengancam akan menunda jadwal kunjungannya ke Beijing jika tidak ada langkah nyata dari China untuk membantu membuka jalur tersebut.

Load More