Suara.com - Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying, karena dapat berdampak negatif bagi stabilitas harga. Meski demikian, pemerintah disarankan juga untuk memperbaiki strategi komunikasi dalam memastikan ketersediaan stok BBM nasional tetap aman dan terjaga.
Hal ini disampaikan oleh Tulus Abadi, pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus juga Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), menyikapi ketersediaan BBM menjelang libur Lebaran Idulfitri 2026 serta terjadinya gejolak geopolitik di Timur Tengah.
“Panic buying itu tidak etis. (Sikap) itu justru akan memperparah kondisi karena bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” kata Tulus.
Tulus mengatakan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas ketersediaan BBM sangat penting. Salah satunya adalah dengan tidak melakukan panic buying. Ia mengingatkan perilaku membeli secara berlebihan justru dapat menciptakan masalah baru, termasuk distribusi yang tidak merata.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat didorong untuk mulai beradaptasi dengan kondisi yang ada, termasuk menghemat penggunaan BBM dan memanfaatkan alternatif transportasi.
“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat perlu melakukan mitigasi, misalnya beralih ke transportasi umum atau menggunakan energi secara lebih efisien,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tulus mengatakan praktik penimbunan BBM tidak dapat dibenarkan, baik dari sisi etika maupun dampaknya terhadap masyarakat luas.
“Penimbunan maupun panic buying adalah perilaku yang tidak layak, apalagi dalam situasi sensitif seperti ini.”
Menurutnya, penggunaan BBM seharusnya tetap disesuaikan dengan kebutuhan, bukan didorong oleh kekhawatiran yang berlebihan.
Baca Juga: Perusahaan Didesak Alihkan Dana CSR untuk Korban Banjir, Tapi Jangan Ada Iklan Terselubung
“Kalau tangki sudah penuh, tidak perlu menimbun lagi. Apalagi sampai menyimpan dalam wadah tambahan secara berlebihan.”
Ia menegaskan bahwa stabilitas pasokan BBM tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada perilaku masyarakat. Dengan komunikasi yang jelas dan kesadaran bersama, potensi kepanikan dinilai dapat ditekan.
“Yang paling penting, masyarakat membeli BBM seperlunya sesuai kebutuhan, bukan karena kepanikan.”
Tulus juga menyarankan kepada pemerintah untuk segera melakukan pembenahan dalam strategi komunikasi publik terkait kondisi pasokan BBM nasional. Informasi yang tidak konsisten, kata dia, justru memicu keresahan dan mendorong masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan.
“Perlu ada komunikasi yang terpusat. Siapa pun yang ditunjuk harus menyampaikan informasi secara akurat dan tidak menimbulkan kebingungan di publik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyoroti salah satu isu yang berkembang di masyarakat, yakni pernyataan mengenai cadangan BBM yang disebut hanya cukup untuk 21 hari. Menurutnya, informasi tersebut sering kali tidak dipahami secara utuh oleh publik.
Berita Terkait
-
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?
-
Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Mengapa BBM Langka? Masyarakat Mulai Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU
-
Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week