News / Metropolitan
Jum'at, 06 Maret 2026 | 15:22 WIB
Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/2/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjamin stok BBM Jakarta aman karena memiliki cadangan prioritas tersendiri.
  • Kepanikan pembelian BBM terjadi di beberapa wilayah akibat potensi penutupan Selat Hormuz, jalur energi vital dunia.
  • Pemerintah Pusat dan Pertamina menegaskan ketahanan energi nasional dalam kondisi aman dan meminta masyarakat tenang.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan kepastian mengenai ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah ibu kota demi menenangkan kekhawatiran masyarakat.

“Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri,” ujar Pramono di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Lewat penjelasan tersebut, orang nomor satu di DKI Jakarta ini berharap warganya tidak perlu ikut panik mengantre di SPBU untuk mengamankan stok BBM bagi keperluan pribadi.

"Mudah-mudahan BBM di Jakarta, dalam rangka menyambut Idul Fitri terutama bagi yang mudik, walaupun saya tetap mendorong untuk mudik ke Jakarta supaya BBM-nya juga tidak dibuang ke mana-mana, maka mudah-mudahan itu bisa berjalan dengan baik," kata Pramono.

Fenomena panic buying atau aksi borong BBM memang mulai menjalar di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepanikan warga terpantik oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam penutupan Selat Hormuz sebagai jalur vital energi dunia.

Perlu diketahui, sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global setiap harinya melintasi Selat Hormuz yang kini tengah dalam kondisi genting.

Kekhawatiran akan tersendatnya distribusi tanker minyak internasional membuat masyarakat di daerah berbondong-bondong memadati SPBU.

Laporan terjadinya antrean panjang yang mengular terpantau di Sumatra Utara, tepatnya di kawasan Gunung Tua dan Pematangsiantar yang mencapai radius satu kilometer.

Baca Juga: Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!

Situasi serupa terjadi di Aceh. Bahkan warga di Aceh Tengah dan Bener Meriah dilaporkan nekat membeli BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar.

Provinsi Jawa Timur juga mulai terdampak, di mana lonjakan permintaan di Jember memaksa pemerintah daerah setempat menggelar rapat darurat.

Namun demikian, Pemerintah Pusat bersama Pertamina menegaskan bahwa ketahanan energi nasional saat ini masih berada pada level yang sangat aman.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat merusak pola distribusi di lapangan.

Load More