- Menteri ESDM Bahlil memastikan pemenuhan kebutuhan batu bara domestik adalah prioritas utama sebelum izin ekspor dikeluarkan.
- Perusahaan tambang wajib memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) berdasarkan RKAB sebelum mendapatkan izin ekspor.
- Produksi batu bara nasional wajib dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu, baru sisanya bisa diekspor.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemenuhan kebutuhan batu bara bagi konsumsi dalam negeri adalah prioritas utama sebelum dilakukan ekspor. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi domestik, khususnya bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetap aman dan terjaga.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah kini memberlakukan skema bagi perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang telah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) guna memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
Jika belum memenuhi kewajiban DMO, perusahaan tambang tidak akan mendapatkan izin ekspor.
“Sekarang perusahaan-perusahaan batu bara yang sudah diberikan RKAB kita wajibkan untuk DMO. Kalau kebutuhan nasional belum tercukupi, maka tidak kita keluarkan izin ekspor. Jadi artinya apa? Orientasi kita adalah kebutuhan domestik,” papar Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Lebih lanjut, pemerintah telah menyiapkan peraturan dalam bentuk Keputusan Menteri yang menegaskan bahwa produksi batu bara nasional harus terlebih dahulu dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri sebelum sisanya dapat diekspor ke pasar internasional.
“Kami telah menyiapkan Kepmen, seluruh batu bara yang kita hasilkan untuk kebutuhan dalam negeri dulu, baru sisanya ekspor. Karena batu bara itu barang milik negara, bukan barang milik perusahaan,” imbuh Bahlil.
Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa ketersediaan batu bara untuk seluruh PLTU, baik yang dimiliki PLN maupun pembangkit swasta (Independent Power Producer/IPP), saat ini masih berada di atas batas minimum cadangan operasional nasional.
Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional serta keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri tetap terjaga di tengah dinamika pasar energi global.
Selain batu bara, Bahlil juga menegaskan bahwa pasokan energi lainnya seperti LPG dan bahan bakar minyak (BBM) tetap dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri, meskipun situasi geopolitik global tengah mengalami peningkatan ketegangan.
Baca Juga: Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
Menurutnya, pemerintah terus memantau ketersediaan energi nasional guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama pada periode meningkatnya konsumsi energi menjelang Lebaran.
Berita Terkait
-
Bumi Resources Luncurkan Logo Baru, Tandai Babak Baru Transformasi Perseroan
-
Bahlil Optimistis Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz Segera Bebas
-
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Genjot Konversi Motor Listrik
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
-
Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret
-
BRI Siapkan Layanan Perbankan Selama Libur Lebaran 2026, 186 Kantor Cabang Tetap Beroperasi