- Menteri ESDM Bahlil mengumumkan pengalihan sumber impor LPG dari Timur Tengah karena ketidakpastian geopolitik global.
- Pemerintah telah mengamankan pasokan LPG melalui kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan negara lain, termasuk Australia.
- Kebutuhan solar nasional kini terpenuhi dari produksi dalam negeri berkat peningkatan operasional Refinery Development Master Plan Balikpapan.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui sebagian impor LPG atau Liquefied Petroleum Gas Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun, dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sumber pasokan tersebut ke kawasan lain.
Bahlil menjamin stok LPG tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global. Pemerintah juga telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
“LPG kita impor 20 persen dari Timur Tengah. Total dari 7,6 juta ton impor, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS),” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalihkan pasokan LPG dari Timur Tengah ke kawasan lain melalui kontrak jangka panjang.
“Dengan kondisi sekarang, pasokan LPG dari Timur Tengah kita alihkan. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah telah menjadwalkan sejumlah kedatangan kargo LPG berikutnya guna memastikan pasokan tetap stabil menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.
“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” tambah Bahlil.
Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Menurut Bahlil, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Baca Juga: Bahlil: Kuota Produksi Batu Bara Dipangkas Biar Harga Naik
“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.
Sementara itu, untuk minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain.
“Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari AS lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” pungkas Bahlil.
Berita Terkait
-
Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
-
Bahlil Optimistis Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz Segera Bebas
-
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Genjot Konversi Motor Listrik
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
-
Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional