- Lonjakan penumpang ferry saat Lebaran tidak menjamin peningkatan keuntungan operator, menjadi tantangan keberlanjutan usaha transportasi laut.
- GAPASDAP menyatakan kenaikan penyeberangan mudik Lebaran 2023 hingga 2025 tidak memberikan keuntungan bagi operator kapal ferry.
- Lintasan Merak-Bakauheni tetap tersibuk; penumpang stabil 850 ribu sampai 920 ribu per tahun untuk rute Jawa-Sumatera.
Suara.com - Lonjakan penumpang kapal ferry pada periode mudik Lebaran disebut tidak otomatis meningkatkan keuntungan bagi operator penyeberangan. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan bagi keberlanjutan usaha transportasi laut.
Peneliti Senior INSTRAN, Deddy Herlambang, menyebut peningkatan jumlah penyeberang dalam beberapa tahun terakhir tidak sepenuhnya berdampak pada pendapatan operator kapal ferry.
“Memang terdapat kenaikan 3 persen penyebrangan di tahun 2025, namun Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), menyatakan tidak mendapat ada keuntungan kenaikan penyeberangan di kala mudik Lebaran 2023 hingga 2025," ujar Deddy kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Menurut dia, data penyeberangan mudik di lintasan utama Indonesia menunjukkan tren relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Jalur Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni masih menjadi rute tersibuk bagi pemudik yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera.
Data penyeberangan menunjukkan pada 2023 tercatat sekitar 920.054 penumpang dengan 213.737 kendaraan melintas pada periode H-10 hingga hari Lebaran. Pada 2024 jumlah penumpang mencapai 859.699 orang dengan 226.299 kendaraan.
“Jumlah penyeberang mudik Lebaran di lintasan utama ferry Indonesia relatif stabil pada kisaran 850 ribu – 920 ribu penumpang per tahun untuk rute Jawa–Sumatera," ucapnya.
Sementara pada 2025 jumlah penyeberang kembali meningkat menjadi 885.828 penumpang dengan 225.400 kendaraan. Kenaikan tersebut sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, peningkatan volume penumpang tersebut tidak selalu diikuti dengan peningkatan keuntungan bagi operator kapal ferry. Dalam praktiknya, operator tetap harus menanggung berbagai biaya operasional selama periode angkutan Lebaran.
“Dalam kondisi tersebut kapal penyeberangan (ferry) tetap beroperasi dengan biaya penuh namun tanpa keuntungan berimbang, sehingga operator penyeberangan pada praktiknya turut menanggung beban ekonomi yang cukup besar dalam menjaga kelancaran Angkutan Lebaran," tuturnya.
Baca Juga: Arus Mudik Lewat Kapal Ferry Diproyeksi Tembus 5,8 Juta Penumpang
Menurut Deddy, sektor penyeberangan memegang peran penting dalam sistem transportasi nasional karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau yang masih bergantung pada transportasi laut.
“Untuk demand penyeberangan tetap sangatlah tinggi, kita mempunyai 17.000 pulau yang masih tergantung pada penyeberangan laut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mudik Tenang Cegah Kebakaran, Ini yang Wajib Dilakukan Sebelum Mengunci Pintu Rumah
-
Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Senen, Hiburan Musik Jalanan Hibur Para Pemudik
-
Pemudik Bisa Cek Kesehatan dan Ganti Oli di Selasar Fastron Rest Area KM 57
-
Update Tarif Cas Mobil Listrik di SPKLU Tol untuk Mudik Lebaran 2026
-
5 Tips Penyelamat agar Baterai HP Tetap Awet Sepanjang Mudik Lebaran 2026
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa
-
Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang
-
UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI
-
Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global
-
Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi
-
Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya