Bisnis / Ekopol
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB
Arsip-Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran dan Amerika Serikat telah merampungkan draf nota kesepahaman terkait pembatasan nuklir serta pemulihan ekonomi global.
  • Kesepakatan mencakup pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz, pencabutan sanksi minyak, serta pencairan aset Iran senilai 25 miliar dolar.
  • Kedua negara akan menyusun perjanjian final komprehensif dalam kurun waktu 60 hari setelah nota kesepahaman tersebut resmi ditandatangani.

Suara.com - Ketegangan geopolitik yang sempat mengguncang pasar energi dan keuangan global tampaknya mulai menemui titik terang. Seorang pejabat senior pemerintah Iran membocorkan kepada Reuters bahwa draf final nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung disusun.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai isu krusial, mulai dari pembatasan program nuklir Teheran, pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, hingga pemberian dispensasi (waiver) oleh AS atas sanksi ekspor minyak Iran.

Setelah draf kesepakatan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak, perjanjian final yang lebih komprehensif akan digodok dan dibahas dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Berdasarkan laporan rilis draf nota kesepahaman tersebut, berikut adalah poin-poin kesepakatan penting yang berhasil dicapai oleh kedua negara:

1. Koridor Pelayaran Selat Hormuz

Iran berkomitmen untuk segera membuka kembali Selat Hormuz bagi seluruh kapal komersial internasional tanpa terkecuali.
Sebagai timbal balik, Amerika Serikat akan mencabut blokade angkatan lautnya di pelabuhan-pelabuhan milik Iran.

Proses pencabutan blokade oleh militer AS ini akan dimulai segera setelah MoU ditandatangani dan ditargetkan rampung sepenuhnya dalam waktu 30 hari.

2. Sektor Finansial, Aset, dan Sanksi Energi

Pemerintah AS setuju untuk tidak menjatuhkan sanksi baru apa pun terhadap Iran selama proses negosiasi menuju perjanjian final berlangsung.

Baca Juga: Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

Setelah kesepakatan final resmi tercapai, seluruh sanksi ekonomi dari pihak AS maupun perserikatan bangsa-bangsa (PBB) terhadap Iran akan dihapus secara bertahap sesuai dengan jadwal yang disepakati.

Washington akan memberikan dispensasi (waiver) khusus atas sanksi minyak Iran dalam jangka waktu tertentu. Langkah ini otomatis mengizinkan Teheran untuk kembali menjual minyak mentahnya ke pasar global dan mencairkan pendapatan sanksi tersebut.

AS sepakat untuk mencairkan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan senilai US$25 miliar (sekitar Rp400 triliun lebih). Mekanisme pencairan akan dilakukan melalui transfer tunai langsung, kerja sama antarnegara di kawasan Timur Tengah, serta pembukaan jalur kredit finansial.

Gedung Putih, berkoordinasi dengan sekutu regionalnya, akan menyusun program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi untuk Iran. Rencana ini akan dinegosiasikan secara mendalam dengan Teheran dalam jangka waktu 60 hari.

3. Pembatasan Program Nuklir

Pemerintah Teheran menyetujui klausul mutlak bahwa mereka tidak akan memproduksi ataupun memiliki senjata nuklir.

Sembari menunggu tercapainya kesepakatan final, Iran wajib menjaga status kuo program nuklirnya saat ini, yang berarti tidak ada pengayaan uranium lebih lanjut serta penghentian ekspansi fasilitas nuklir baru.

Amerika Serikat mengizinkan Iran untuk melakukan pengenceran (dilute) terhadap cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi di atas tanah Iran sendiri, di bawah payung perjanjian komprehensif di masa depan.

Detail teknis mengenai program nuklir Iran, aktivitas pengayaan uranium, serta mekanisme pengelolaan cadangan uranium yang diperkaya tinggi akan dinegosiasikan dalam waktu 60 hari setelah MoU ini ditandatangani untuk kemudian dilegalkan dalam perjanjian final.

Load More