- Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan optimal hingga wilayah terpencil untuk mendukung target swasembada pangan.
- Pemerintah mencatat realisasi penyaluran pupuk di Provinsi Aceh mencapai 92.575 ton hingga pertengahan Juni 2026 guna menjaga produktivitas.
- Pemerintah akan membentuk Koperasi Desa Merah Putih untuk memperpendek rantai distribusi pupuk serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, berjanji draf distribusi komoditas pupuk bersubsidi akan berjalan optimal hingga menyentuh wilayah paling barat di Indonesia.
Di samping itu, pihak eksekutif mengeklaim bahwa volume cadangan pupuk nasional saat ini berada dalam status aman terkendali guna mencukupi seluruh kebutuhan para pelaku tani sepanjang musim tanam berjalan tahun ini.
Di tengah langkah masif pemerintah dalam mengejar target akselerasi swasembada pangan nasional, kepastian ketersediaan input pertanian seperti pupuk ditempatkan sebagai pilar vital yang menentukan tinggi rendahnya produktivitas lahan.
Oleh sebab itu, tata kelola logistik pupuk bersubsidi secara konsisten berada di bawah radar pengawasan ketat pemerintah guna mengeliminasi potensi hambatan operasional di tingkat tapak.
Zulhas menegaskan bahwa orientasi utama pemerintah adalah memastikan produk pupuk bersubsidi ini dapat mendarat di tangan para petani secara tepat waktu (just-in-time), tidak terkecuali bagi mereka yang menggarap lahan di kawasan terpencil yang posisinya jauh dari gudang distribusi pusat.
Mengacu pada draf data statistik sektoral yang dirilis otoritas, realisasi volume penyaluran pupuk bersubsidi untuk wilayah Provinsi Aceh tercatat telah menyentuh angka 92.575 ton hingga pertengahan Juni 2026. Nominal tersebut setara dengan kisaran 32 persen dari total pagu alokasi tahunan yang diplot untuk Serambi Mekah sebesar 292.890 ton.
Menurut kalkulasi Menko Pangan, capaian performa serapan tersebut menjadi indikator riil bahwa sirkulasi logistik pupuk di Aceh bergerak dinamis dalam menyokong aktivitas pemeliharaan tanaman oleh para petani setempat.
Salah satu titik episentrum pertanian yang memiliki posisi strategis di provinsi tersebut adalah Kabupaten Aceh Besar. Wilayah agraris ini tercatat menjadi ruang penghidupan bagi sedikitnya 42.401 orang petani yang aktif bernaung di bawah payung hukum 703 kelompok tani (poktan).
Selain mengamankan lini sarana produksi, pemerintah juga berkomitmen menjaga tingkat kesejahteraan para petani lewat instrumen kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas gabah yang dipatok pada angka Rp6.500 per kilogram.
Baca Juga: Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah
Menariknya, realisasi harga transaksi gabah riil di tingkat kelolaan petani Aceh Besar saat ini diklaim menembus angka Rp7.000 per kilogram, sebuah posisi yang berada di atas ambang batas bawah HPP nasional.
Menko Pangan memaparkan bahwa draf solusi jangka panjang yang tengah dimatangkan pemerintah adalah dengan menginisiasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, mulai dari penyaluran pupuk, penyerapan hasil panen, hingga distribusi bantuan pangan. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, petani mendapatkan harga yang lebih baik dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau," terang Zulhas
Berita Terkait
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
-
Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung
-
Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Resmi! Link Pengumuman Hasil Akhir KDKMP 2026 Sudah Bisa Diakses, Cek Namamu Sekarang
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri