- Rupiah nyaris Rp17.000 akibat ketidakpastian global, bukan fundamental domestik.
- Menko Airlangga tegaskan stabilitas nilai tukar rupiah adalah tugas utama Bank Indonesia.
- Pemerintah tetap konservatif dan tidak akan terburu-buru merespons dinamika pasar global.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan hingga nyaris menyentuh level Rp17.000. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa stabilisasi mata uang merupakan ranah otoritas moneter.
Airlangga menyebut, pemerintah memandang fluktuasi ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal akibat meningkatnya ketidakpastian global, bukan karena persoalan fundamental ekonomi domestik yang dianggap masih kokoh.
"Ya pertama terkait dengan rupiah kita lihat harian ya. Karena ini kan bukan, ini baru hari ini. Jadi kita lihat mid-term ke long-term dan fluktuasi rupiah ini kan bukan hari ini saja," ujar Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Airlangga menekankan bahwa Bank Indonesia (BI) memiliki tanggung jawab penuh dalam melakukan intervensi di pasar guna memastikan pergerakan nilai tukar tetap terkendali dan tidak liar.
"Jadi ini adalah tugas daripada Bank Indonesia, ini tugas dari BI untuk menjaga stabil rupiah," tegasnya.
Meski rupiah sedang tertekan hebat, Airlangga memastikan pemerintah terus memantau kondisi makroekonomi nasional secara hati-hati (prudent). Ia mengklaim bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kategori solid untuk meredam guncangan dari luar.
Terkait langkah strategis ke depan, Airlangga menyatakan pemerintah tidak akan mengambil kebijakan secara reaktif atau terburu-buru dalam merespons dinamika global yang fluktuatif.
"Jadi kita lihat saja situasi dan kita tetap pemerintah konservatif, tidak terburu-buru untuk merespons dinamika dari luar," pungkas Airlangga.
Baca Juga: Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja
-
PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua
-
Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
-
Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare
-
Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi