- Rupiah kembali menguat di pembukaan Selasa (17/3/2026) menjadi Rp16.975 per dolar AS, menguat 0,13 persen.
- Penguatan rupiah dipicu oleh menurunnya harga minyak mentah dunia dan harapan pembukaan Selat Hormuz.
- Pergerakan mata uang Asia bervariasi, Peso Filipina mencatat penguatan terbesar sementara Baht Thailand melemah terdalam.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai kembali bangkit pada pembukaan hari ini. Sebelumnya, pada penutupan kemarin menunjukkan mata uang Garuda melemah dan mendekati Rp17.000.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (17/3/2026) dibuka ke level Rp16.975 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,13 persen dibanding penutupan pada Senin (16/3/2026) yang berada di level Rp16.998 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.990 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan menurunnya harga minyak.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.
Selanjutnya, penguatan rupiah dikarenakan harapan pembukaan selat Hormuz. Sehingga, cadangan minyak akan terjaga.
"Di tengah harapan apabila selat Hormuz akan kembali bisa segera dilewati menyusul pernyataan Trump yang akan mengumumkan dalam waktu dekat, beberapa negara yang ikut mengamankan jalur itu. Range 16.900-17.050," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bervariasi. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,37 persen.
Berikutnya ada dolar Taiwan yang terkerek 0,36 persen dan yuan China yang terangkat 0,13 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang menguat 0,09 persen.
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,37 persen.
Baca Juga: BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi
Diikuti, yen Jepang yang terkoreksi 0,19 persen dan dolar Singapura tertekan 0,06. Lalu dolar Hongkong turun 0,01 persen. Kemudian won Korea Selatan terlihat melemah tipis 0,003 persen terhadap the greenback pada pagi ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja
-
PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua
-
Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
-
Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare
-
Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi