- Menteri Ketenagakerjaan menyatakan kedatangan warga luar daerah ke Jakarta pasca Lebaran 2026 boleh, asalkan memiliki kompetensi industri.
- Gubernur DKI Jakarta menegaskan Jakarta terbuka untuk pendatang baru namun tanpa ekspektasi peluang kerja yang berlebihan.
- Gubernur Jawa Tengah mengimbau pemudik tidak membawa kerabat ke Jakarta tanpa adanya jaminan pekerjaan pasti.
Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli tidak mempermasalahkan warga dari luar daerah datang ke Jakarta usai Lebaran 2026. Akan tetapi, kedatangan tersebut harus dibarengi dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
Menurut Yassierli, sektor industri saat ini lebih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dibanding sekadar jumlah tenaga kerja.
"Kita selalu mengatakan bahwa dunia industri membutuhkan kompetensi. Jadi, kompetensi menjadi penting," ujar Yassierli di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan merespons adanya imbauan sejumlah pihak yang meminta para pemudik tidak membawa orang lain kembali ke kota besar setelah Lebaran. Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tidak melarang mobilitas masyarakat selama memiliki kesiapan kerja.
Di sisi lain, Yassierli menuturkan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran arus mudik, terutama aspek keselamatan masyarakat yang pulang ke kampung halaman.
"Yang tentu yang menjadi concern kita sekarang adalah bagaimana mereka bisa mudik dengan selamat sampai di tujuan gitu ya, dan itu yang menjadi fokus kita," ucap Yassierli.
Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, termasuk melalui berbagai program tambahan di luar kewajiban perusahaan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Ibu Kota tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang usai Lebaran. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak memiliki ekspektasi berlebihan terkait peluang kerja di Jakarta.
"Nanti kalau mau pulang kampung, atau pulang ke Jakarta, Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi jangan menjanjikan sesuatu yang ngiming-ngimingi atau mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta," ucapnya di Monas, Jakarta Pusat, Selasa.
Baca Juga: Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik
Pramono juga memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi pasca Lebaran. Ia menilai Jakarta selama ini terbuka bagi para perantau yang ingin mencari peluang hidup.
"Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk datang. Karena saya lihat hampir semua yang duduk di depan ini semuanya dulu mengadu nasib ke Jakarta. Termasuk Gubernur, Wakil Gubernurnya," ucapnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan para pemudik agar tidak membawa kerabat ke Jakarta tanpa kepastian pekerjaan. Menurutnya, hal itu berpotensi menambah beban kota besar yang sudah padat penduduk.
"Saya sudah sampaikan kepada para pemudik, nanti setelah balik ke Jakarta tidak usah membawa orang kalau belum punya kepastian kerja," kata Luthfi saat acara pelepasan program mudik Lebaran gratis 2026 di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta Timur, Senin.
Ia menambahkan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pelatihan kerja bagi masyarakat yang memilih tetap bekerja di daerah asal, seperti melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan program vokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai