- 85,1% warga tetap mudik 2026; faktor ekonomi jadi kendala utama bagi yang batal.
- Minat mudik gratis melonjak ke 53,3%; warga siapkan dana rata-rata Rp3,4 juta.
- Pengamat tagih janji Presiden Prabowo soal transportasi umum gratis di daerah.
Suara.com - Animo masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada Lebaran 2026 tetap membuncah. Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil survei terbaru bertajuk “Survei Pola Rencana Mudik 2026” yang menunjukkan mayoritas warga Indonesia tetap menjadwalkan mudik meski dihantui ketidakpastian ekonomi.
Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio, mengungkapkan bahwa potret ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerak ekonomi yang masif. "Tujuan kami melakukan survei ini semata-mata sebagai bakti kepada negara, memotret bagaimana mudik di mata masyarakat dan bagaimana perputaran uangnya," ujar pria yang akrab disapa Hensa dalam paparan daring pekan lalu.
Head of Researcher KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, memaparkan sebanyak 85,1 persen responden berencana mudik tahun ini. Namun, ada 15 persen yang memilih bertahan di perantauan. Mayoritas alasan mereka yang absen mudik adalah faktor finansial.
"Alasan utama karena ketidakstabilan ekonomi rumah tangga. Sebanyak 42 persen responden yang tidak mudik mengaku karena tidak mampu secara ekonomi," jelas Ashma.
Kondisi ini linear dengan melonjaknya minat terhadap program Mudik Gratis. Tercatat, 53,3 persen responden sangat berminat ikut program ini, naik signifikan dibanding tahun 2025 yang hanya 39 persen. Ironisnya, baru 8,9 persen yang sudah mengamankan tiket (secure), sementara sisanya masih berburu kuota.
Bagi yang berangkat, mudik ternyata sudah masuk dalam pos anggaran serius. Sebanyak 79,6 persen responden telah menyiapkan dana khusus dengan rata-rata Rp3,4 juta.
Terkait moda transportasi, 57,3 persen memilih angkutan umum, sementara 33 persen menggunakan kendaraan pribadi. Menariknya, meski 52 persen pengguna kendaraan pribadi memakai motor, sebanyak 65,8 persen responden justru setuju jika sepeda motor dilarang untuk mudik antarprovinsi demi keselamatan.
Menanggapi fenomena ini, pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengingatkan pemerintah soal ketersediaan angkutan umum di daerah tujuan. Ia pun menagih janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mengingatkan Presiden Prabowo dan Gibran. Janji kampanyenya adalah menyediakan angkutan umum, bahkan kalau perlu gratis. Sampai sekarang, Pak Prabowo belum bicara detil soal ini. Ini janji politik yang harus ditagih," tegas Djoko.
Baca Juga: Program MBG Libur Saat Lebaran, BGN Klaim Hemat Anggaran Rp5 Triliun
Senada, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menekankan bahwa selama transportasi umum di daerah belum mumpuni, warga akan terus terpaksa menggunakan motor yang memiliki risiko kecelakaan tinggi. "Begitu kita mampu membatasi roda dua, otomatis risiko kecelakaan berkurang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja
-
PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua
-
Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
-
Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare
-
Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi