- Bank Indonesia mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) efektif sejak Desember 2025 untuk dorong kredit sektor prioritas.
- Realisasi insentif KLM Maret 2026 mencapai Rp427,1 triliun, didominasi alokasi *lending channel* sebesar Rp357,6 triliun.
- Pertumbuhan kredit perbankan Februari 2026 tercatat 9,37% secara tahunan, ditopang kuat oleh kredit investasi sebesar 20,72%.
Suara.com - Bank Indonesia terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan penguatan KLM yang mulai berlaku sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk memberikan insentif lebih besar kepada perbankan yang aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas (lending channel).
Selain itu, juga diberikan kepada bank yang responsif menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan arah kebijakan moneter (interest rate channel).
“Optimalisasi KLM kami lakukan untuk memperkuat peran perbankan dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam pernyataannya dikutip dari Youtube BI, Rabu (18/3/2026).
Hingga minggu pertama Maret 2026, realisasi insentif KLM tercatat mencapai Rp427,1 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar disalurkan melalui lending channel sebesar Rp357,6 triliun,
sementara melalui interest rate channel sebesar Rp69,5 triliun.
Berdasarkan kelompok bank, insentif KLM didominasi oleh bank BUMN sebesar Rp225,6 triliun, diikuti bank swasta nasional (BUSN) Rp165,8 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp28,0 triliun, serta kantor cabang bank asing (KCBA) Rp7,7 triliun.
Secara sektoral, penyaluran KLM difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi dan real estat, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan berkelanjutan.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit perbankan tetap menunjukkan tren positif. Pada Februari 2026, kredit tumbuh 9,37 persen secara tahunan (year on year/yoy), meski sedikit melambat dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 9,96 persen (yoy).
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 20,72 persen (yoy), diikuti kredit konsumsi 6,34 persen (yoy), serta kredit modal kerja 3,88 persen (yoy).
Baca Juga: Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran
Ke depan, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2026 tetap terjaga di kisaran 8 hingga 12 persen, seiring dengan dukungan dari sisi permintaan maupun penawaran pembiayaan.
"Dengan penguatan kebijakan KLM, BI optimistis fungsi intermediasi perbankan akan semakin efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA
-
Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya
-
Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri
-
BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen
-
Menhub Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Kini Hanya 8 KM
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri
-
Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran
-
Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA
-
Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya
-
Harga Emas Antam Naik di Libur Lebaran, Cek Deretannya
-
Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri
-
BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen
-
Menhub Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Kini Hanya 8 KM
-
Bank Mandiri Pastikan Livin Siaga 24 Jam Jelang Lebaran 2026, Transaksi Nasabah Dijamin Lancar